Ikuti Kami :

Disarankan:

Antisipasi Rem Blong, Pengelola Kawah Gunung Galunggung Bangun Dua Jalur Keselamatan Darurat

Minggu, 19 Juli 2026 | 13:16 WIB
Watermark
Supervisor Site Galunggung, Kusmana, menunjukkan jalur keselamatan darurat (emergency safety area) yang dibangun di kawasan wisata Kawah Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026).Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru Rukanda

Pengelola Kawah Gunung Galunggung Tasikmalaya membangun dua jalur keselamatan darurat (emergency safety area) untuk mengantisipasi kecelakaan akibat rem blong kendaraan wisatawan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pengelola objek wisata Kawah Gunung Galunggung terus meningkatkan standar keselamatan bagi para wisatawan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun dua jalur keselamatan darurat (emergency safety area) di kawasan wisata yang berada di Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan yang mengalami gangguan pengereman atau rem blong saat melintasi jalur menurun di kawasan wisata.

Supervisor Site Galunggung, Kusmana, mengatakan pembangunan jalur keselamatan ini merupakan bentuk komitmen pengelola dalam memberikan perlindungan maksimal kepada wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi wisata unggulan Tasikmalaya tersebut.

"Jalur keselamatan ini dibuat untuk mengantisipasi apabila ada kendaraan yang mengalami rem blong sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan yang berakibat fatal," kata Kusmana saat ditemui di kawasan wisata Gunung Galunggung, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, terdapat dua titik emergency safety area yang telah disiapkan. Lokasi pertama berada di sekitar Pos Tiket Masuk Kawah Gunung Galunggung, sedangkan lokasi kedua berada di kawasan turunan Tangga Kuning, yang dikenal memiliki kontur jalan menurun cukup tajam.

Gunakan Material Pasir dan Ban Bekas

Jalur keselamatan tersebut dirancang dengan hamparan pasir yang cukup tebal sebagai media untuk mengurangi kecepatan kendaraan. Di bagian sisi dan ujung area dipasang tumpukan ban bekas yang berfungsi sebagai peredam benturan apabila kendaraan memasuki jalur penyelamat tersebut.

Konstruksi ini memungkinkan kendaraan yang kehilangan fungsi pengereman dapat diarahkan ke area khusus sehingga lajunya berangsur melambat hingga berhenti dengan aman.

Kusmana menjelaskan, keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pengelola dalam meningkatkan sistem keselamatan di kawasan wisata yang setiap akhir pekan dan musim liburan selalu dipadati pengunjung dari berbagai daerah.

Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas

Selain membangun jalur keselamatan darurat, pengelola juga rutin melakukan pengecekan kondisi jalan, pemasangan rambu-rambu peringatan, serta sosialisasi kepada wisatawan agar memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memasuki kawasan Gunung Galunggung.

"Kendaraan roda dua yang hendak pulang oleh petugas dicek kondisi remnya. Itu sudah jadi yang utama," ungkapnya. 

Pengunjung juga diimbau memanfaatkan gigi rendah saat melintasi jalur turunan dan tidak memaksakan kendaraan yang mengalami gangguan teknis.

"Keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan perlindungan tambahan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi wisatawan yang datang ke Gunung Galunggung," ujar Kusmana.

Dengan adanya dua emergency safety area tersebut, diharapkan risiko kecelakaan akibat rem blong dapat diminimalisir sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan Kawah Gunung Galunggung dengan lebih aman dan nyaman.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement