CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Beberapa hari terakhir, suhu udara di wilayah Ciamis dan sejumlah daerah lain di Indonesia terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Tak hanya di malam dan pagi hari, suhu dingin juga terasa hingga siang hari.
Fenomena ini merupakan bagian dari siklus tahunan ketika bumi berada pada titik terjauh dari matahari dalam orbitnya, yang secara ilmiah dikenal sebagai aphelion. Selama periode ini, suhu udara terutama di malam dan pagi hari mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Kondisi cuaca yang lebih dingin ini bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih mudah lelah, mengantuk, dan rentan terhadap gangguan kesehatan seperti meriang, batuk, tenggorokan kering, serta kambuhnya penyakit seperti asma dan sesak napas.
“Saat tubuh terpapar suhu dingin, metabolisme melambat dan bisa mengganggu daya tahan tubuh atau imunitas,” ujar dr Hj Eni Rochaeni, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Ciamis, kepada NewsTasikmalaya.com, Jumat (11/7/2025).
Meski begitu, fenomena aphelion tidak perlu ditakuti secara berlebihan. Yang terpenting, masyarakat tetap waspada dan menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
Tips Menjaga Kesehatan Selama Aphelion
Menurut dr Hj Eni, menjaga suhu tubuh tetap hangat adalah kunci utama agar tetap sehat di tengah cuaca dingin. Berikut beberapa anjuran yang disarankannya:
1. Konsumsi makanan bergizi, hangat, dan mudah dicerna.
2. Minum air putih hangat secara rutin.
3. Tidur cukup dan hindari begadang.
4. Hindari makanan berminyak, gorengan, serta makanan dan minuman manis atau dingin.
“Hindari goreng-gorengan dan minuman dingin. Itu bisa memperburuk kondisi tubuh saat suhu dingin seperti ini,” tegas dr Eni, yang akrab disapa Dok En.
Rutin Berjalan Kaki, Manfaatnya Lebih dari Sekadar Menghangatkan Tubuh
Selain menjaga pola makan dan tidur, Dok En juga menyarankan masyarakat untuk rutin melakukan olahraga ringan, terutama berjalan kaki di pagi hari.
“Berjalan kaki 30-45 menit setiap hari tidak hanya membantu menghangatkan tubuh, tapi juga meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.
Tak hanya efektif menghadapi dinginnya suhu aphelion, kebiasaan ini juga bermanfaat untuk mencegah dan membantu pemulihan berbagai kondisi kesehatan seperti flu, diabetes, obesitas, penyakit jantung, sembelit, nyeri dan radang sendi, varises, dan gangguan kesehatan mental.
Berikut manfaat berjalan kaki berdasarkan durasi:
1. 3 menit: Menurunkan tekanan darah
2. 5 menit: Memperbaiki suasana hati
3. 10 menit: Mengurangi hormon stres
4. 15 menit: Menurunkan kadar gula darah
5. 30 menit: Memicu pembakaran lemak
6. 45 menit: Mengurangi beban pikiran dan meningkatkan kesehatan mental
Dengan menjaga pola hidup sehat, fenomena aphelion tak lagi menjadi momok. Justru bisa menjadi momen untuk memperkuat tubuh dan memperbaiki gaya hidup ke arah yang lebih sehat.