Ikuti Kami :

Disarankan:

Diduga Bentrok Antar-Kelompok Motor di Jalan Ahmad Yani Tasikmalaya, Seorang Pelajar Dihantam Kapak hingga Tongkat Baseball

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:17 WIB
Diduga Bentrok Antar-Kelompok Motor di Jalan Ahmad Yani Tasikmalaya, Seorang Pelajar Dihantam Kapak hingga Tongkat Baseball
Diduga Bentrok Antar-Kelompok Motor di Jalan Ahmad Yani Tasikmalaya, Seorang Pelajar Dihantam Kapak hingga Tongkat Baseball.

Polsek Indihiang menyelidiki kasus dugaan bentrok kelompok motor di Jalan Ahmad Yani Tasikmalaya (17/10/2026) yang menyebabkan seorang pelajar diserang kapak dan tongkat baseball.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Aksi kekerasan jalanan yang diduga melibatkan kelompok bermotor kembali memakan korban di Kota Tasikmalaya. Peristiwa keributan dan penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani (dekat SMP Al-Muttaqin), Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026) sekira pukul 03.40 WIB.

Kapolsek Indihiang Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Cecep Bambang, A.Md., membenarkan insiden bentrokan dan penganiayaan yang menimpa seorang pelajar tersebut.

"Benar, terjadi bentrokan yang diduga melibatkan antar-kelompok bermotor. Kasusnya saat ini masih dalam proses penyelidikan intensif," ujar Kompol Cecep Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2026) siang.

Korban diketahui berinisial EMS (15), seorang pelajar warga Kampung Sindangasih, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban bersama dua temannya, IM dan MSAL, usai berkumpul di sebuah kafe di Jalan RE Martadinata sekira pukul 03.00 WIB. Korban bersama rekan-rekannya bermaksud untuk pulang menggunakan dua sepeda motor.

Namun, alih-alih langsung menuju rumah, rombongan korban sempat berputar-putar menuju arah Jalan Moch. Hatta. Setibanya di pertigaan Cador Cibogor, korban berpapasan dengan sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor.

Ketika korban berbelok ke arah Jalan Ahmad Yani, kelompok pemuda yang menggunakan motor trail jenis CRF dan Yamaha WR tersebut menyuruh korban berhenti sembari melakukan pengejaran. Korban akhirnya terdesak dan terpaksa berhenti di dekat kompleks SMP Al-Muttaqin.

Begitu berhenti, sekelompok pemuda tak dikenal tersebut langsung menyerang korban secara brutal. Pelaku menghantamkan senjata tajam yang diduga jenis kapak ke arah helm korban. Tak berhenti di situ, pelaku juga memukul tangan kiri korban menggunakan tongkat baseball, serta menghantam punggung korban dengan double stick (ruyung).

Melihat serangan brutal tersebut, dua rekan korban langsung melarikan diri mengamankan diri ke arah pesantren di sekitar lokasi kejadian. Aksi penganiayaan tersebut terhenti setelah warga setempat berdatangan, sehingga para pelaku panik dan melarikan diri dari TKP.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka memar di bagian tangan kiri dan punggung, serta luka lecet di tangan kanan dan kiri. Sementara itu, satu buah alat bukti berupa double stick milik pelaku tertinggal di TKP dan telah disita oleh petugas Kepolisian.

Piket Siaga Mako Polsek Indihiang yang menerima laporan masyarakat langsung meluncur ke lokasi untuk mengamankan dan melakukan olah TKP, mengumpulkan dokumentasi, serta memeriksa saksi-saksi guna mengidentifikasi para pelaku.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement