Ikuti Kami :

Disarankan:

Gokil! Warga Pasanggrahan Tasikmalaya Pakai Rantai Gembok Raksasa Saat Salat Id, Niat Sedih Malah Jadi Ngakak

Sabtu, 21 Maret 2026 | 09:19 WIB
Watermark
Gokil! Warga Pasanggrahan Tasikmalaya Pakai Rantai Gembok Raksasa Saat Salat Id, Niat Sedih Malah Jadi Ngakak. Foto: Kristian.

Ada pepatah mengatakan, "Jagalah hatimu dengan iman." Namun bagi Iwan, warga Kampung Pasanggrahan, Desa Margalaksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, menjaga diri di hari lebaran tampaknya harus ditambah dengan gembok dan rantai besi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ada pepatah mengatakan, "Jagalah hatimu dengan iman." Namun bagi Iwan, warga Kampung Pasanggrahan, Desa Margalaksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, menjaga diri di hari lebaran tampaknya harus ditambah dengan gembok dan rantai besi.

Suasana Salat Id di Masjid At-Taufik, Sabtu (21/3/2026) pagi, awalnya berjalan begitu khidmat. Jamaah tampak tertunduk mendoakan dosa-dosa yang lalu. Namun, kekhusyukan itu seketika diuji saat sosok Iwan muncul di deretan saf.

Bukannya mengenakan sorban atau syal sutra, Iwan justru menyampirkan rantai besi berukuran jumbo yang melingkar dari bahu hingga pinggang. Tak tanggung-tanggung, dua buah kunci gembok raksasa merek terkenal bergelantungan di punggungnya, siap mengunci siapa pun yang berani mencoba "mencuri" momen lebarannya.

Momen paling krusial terjadi saat musafahah atau sesi bersalam-salaman. Biasanya, ini adalah waktu di mana air mata tumpah dan tetangga saling berpelukan minta maaf. Tapi kali ini, air mata yang keluar bukan karena sedih, melainkan karena menahan tawa yang tak terbendung.

Bule, salah seorang warga yang berada di lokasi, mengaku sempat kehilangan kata-kata saat hendak menyalami Iwan.

"Iya, benar itu di kampung saya tadi. Warga aslinya sudah mau pasang muka sedih, eh pas lihat punggung Kang Iwan, malah jadi ngakak berjamaah," kata Bule sambil mengusap air mata tawa.

Bule menambahkan bahwa pemandangan tersebut benar-benar di luar nalar. "Pokoknya kocak, nggak kuat saya. Niat mau sungkem minta maaf, malah jadi pengen nanya itu kunci gemboknya taruh di mana," keluhnya.

Bagi warga sekitar, penampilan nyentrik Iwan sebenarnya bukan rahasia lagi. Kabarnya, ia memang hobi memakai aksesori heavy metal tersebut di kesehariannya. Namun, membawanya ke dalam masjid di tengah balutan baju koko dan sarung tentu saja level estetika yang berbeda.

Hingga berita ini ditulis, belum ada yang tahu pasti alasan Iwan menggembok tubuhnya. Apakah ia sedang menjalankan filosofi mengunci hawa nafsu, atau mungkin ia hanya khawatir jaket birunya tertukar dengan jamaah lain?

Satu yang pasti, Kang Iwan sukses membuat Idul Fitri tahun ini di Sukaraja menjadi yang paling aman dan paling banyak tawa sepanjang sejarah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement