TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Arus mudik Lebaran 2026 yang melewati Jalur Arteri Selatan Jawa Barat mulai menunjukkan peningkatan aktivitas pada Selasa (17/3/2026) pagi. Memasuki hari ke-26 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, para pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua terpantau mulai memadati kawasan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya.
Berdasarkan pantauan di lapangan sekira pukul 07.00 WIB, para pengendara motor nampak melintas dengan membawa beban yang cukup signifikan. Tas-tas besar, karung, hingga kardus terlihat diikat erat di bagian belakang jok motor. Bahkan, beberapa pemudik nekat menumpuk barang bawaan hingga ke sisi kiri dan kanan kendaraan demi memastikan seluruh kebutuhan untuk merayakan hari raya di kampung halaman dapat terbawa.
Salah seorang pemudik asal Bandung, Eki (28), mengaku sengaja memilih pulang lebih awal untuk menghindari kepadatan kendaraan yang diprediksi akan semakin parah dalam beberapa hari ke depan. Eki yang hendak menuju kampung halamannya di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, merasa bersyukur kondisi lalu lintas dari arah Bandung masih bersahabat.
"Alhamdulillah dari Bandung hingga ke Gentong ini relatif lancar, meski ada sedikit kepadatan, tapi itu biasa yah," ujar Eki saat ditemui tengah beristirahat di Pos Letter U Gentong.
Eki menambahkan bahwa keputusan untuk berangkat pada Selasa pagi ini juga didorong oleh faktor pekerjaan yang sudah memasuki masa libur. Keinginan untuk segera berkumpul bersama keluarga menjadi alasan utama dirinya enggan menunda waktu kepulangan.
"Ditambah sudah libur kerja juga yah, jadi daripada dilama-lama mending langsung pulang, rindu keluarga juga," ucapnya.
Meskipun arus lalu lintas saat ini terpantau masih lancar, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan analisis data lapangan, puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi baru akan terjadi pada Rabu, 18 Maret besok. Oleh karena itu, para pengendara diingatkan untuk selalu menjaga kondisi fisik dan mengecek kelaikan kendaraan sebelum menempuh perjalanan jauh.