Ikuti Kami :

Disarankan:

Hujan Deras Picu Banjir di Kota Tasikmalaya, Rumah Warga dan Jalan Terendam

Selasa, 30 September 2025 | 08:05 WIB
Watermark
Hujan Deras Picu Banjir di Kota Tasikmalaya, Rumah Warga dan Jalan Terendam. Foto: Tian K

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tasikmalaya sejak Senin sore hingga malam, (29/9/2025), mengakibatkan banjir di sejumlah titik permukiman dan ruas jalan utama. Air dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter merendam rumah warga, area pesawahan, hingga kolam ikan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tasikmalaya sejak Senin sore hingga malam, (29/9/2025), mengakibatkan banjir di sejumlah titik permukiman dan ruas jalan utama. Air dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter merendam rumah warga, area pesawahan, hingga kolam ikan.

Dua Lokasi Permukiman Terparah

Banjir pertama dilaporkan terjadi di Jalan Aboh, Kampung Babakan Hanjuang, Desa Sukamulya, Kecamatan Bungursari, di mana air meluap hingga merendam rumah warga dan fasilitas sekitar.

Kondisi serupa juga dialami warga Jalan Ampera RT 001 RW 003, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes. Setidaknya lima rumah kontrakan yang berada dekat aliran Sungai Cimulu ikut terendam banjir.

Koordinator URC BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. “Kami sudah melakukan asesmen dan evakuasi di beberapa titik. Di Kampung Hanjuang, tim juga melakukan penyedotan air agar tidak kembali masuk ke rumah warga,” jelasnya.

Selain merendam rumah, cuaca ekstrem ini juga menyebabkan satu bangunan rumah ambruk hingga menimpa dua penghuni. Petugas gabungan dari BPBD, Dinas PUTR, hingga aparat setempat melakukan langkah cepat untuk evakuasi dan pengamanan lokasi.

Tak hanya pemukiman, banjir juga melanda sejumlah ruas jalan penting di Kota Tasikmalaya. Beberapa di antaranya Jalan R.E Martadinata, Jalan Cipari, Jalan Letnan Harun, hingga Jalan Cempaka Laksana. Genangan air di jalan raya sempat mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas kendaraan.

Menurut Harisman, dugaan sementara banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan sehingga debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman. Selain itu, adanya sumbatan drainase oleh sampah juga memperparah kondisi di beberapa titik.

“Kami mendapat laporan ada saluran drainase yang tertutup. Faktor inilah yang membuat air sulit mengalir dan meluber ke jalan serta rumah warga,” tambahnya.

Ketua RW 03 Jalan Ampera, Jaenal Koswara, menuturkan banjir yang terjadi dipicu dangkalnya aliran Sungai Cimulu. Ia berharap pemerintah segera melakukan pengerukan agar kapasitas sungai kembali normal.
“Yang paling parah ada lima rumah kontrakan di dekat sungai. Air sempat masuk setinggi 50 sentimeter sebelum akhirnya mulai surut,” katanya.

Hal senada disampaikan Rizal Jalaludin, warga Kampung Hanjuang. Menurutnya, banjir kali ini termasuk yang terparah karena air meluap dengan cepat hanya dalam 15 menit setelah hujan deras turun.

“Biasanya enggak separah ini, tapi tadi setelah hujan deras, kolam ikan meluap dan air langsung masuk ke rumah-rumah,” ujarnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui BPBD menegaskan akan terus melakukan koordinasi lintas dinas untuk mencegah kejadian serupa. Langkah antisipasi berupa normalisasi sungai, perbaikan drainase, hingga edukasi warga tentang kebersihan saluran air akan menjadi prioritas.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement