Ikuti Kami :

Disarankan:

Jari Membengkak Pasca-Kecelakaan, Petugas Damkar Ciamis Evakuasi Cincin Emas Siswi SMAN 1 Banjarsari

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:12 WIB
Jari Membengkak Pasca-Kecelakaan, Petugas Damkar Ciamis Evakuasi Cincin Emas Siswi SMAN 1 Banjarsari
Jari Membengkak Pasca-Kecelakaan, Petugas Damkar Ciamis Evakuasi Cincin Emas Siswi SMAN 1 Banjarsari.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari melakukan aksi penyelamatan non-kebakaran terhadap seorang siswi SMAN 1 Banjarsari, Rabu (25/2/2026) siang. Petugas harus berjibaku melepaskan cincin emas yang terjepit di jari manis korban akibat kondisi medis pasca-kecelakaan.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Banjarsari melakukan aksi penyelamatan non-kebakaran terhadap seorang siswi SMAN 1 Banjarsari, Rabu (25/2/2026) siang. Petugas harus berjibaku melepaskan cincin emas yang terjepit di jari manis korban akibat kondisi medis pasca-kecelakaan.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, menjelaskan bahwa insiden ini bermula saat siswi kelas X bernama Risma Suci mengalami kecelakaan yang menyebabkan luka dan pembengkakan hebat pada bagian tangan serta kaki. Akibat peradangan tersebut, cincin emas yang melingkar di jari manis tangan kirinya tidak dapat dilepaskan secara manual dan mulai menyumbat aliran darah.

“Korban mengalami pembengkakan di jari tangan dan kaki akibat kecelakaan, sehingga cincin yang dipakainya susah untuk dilepas,” ujar Budi Rahmat dalam keterangan resminya.

Evakuasi "Jemput Bola" ke Sekolah

Mengingat kondisi fisik korban yang terbatas karena kakinya terkilir dan membengkak, Risma tidak memungkinkan untuk mendatangi kantor Damkar. Teman-teman korban kemudian berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada satpam sekolah, Adrian, yang langsung meneruskan laporan kepada petugas Pos WMK Banjarsari.

Merespons laporan darurat tersebut, regu piket yang terdiri dari personel Bintang, Anto, dan Uju segera bergerak menuju lokasi SMAN 1 Banjarsari dengan membawa peralatan khusus.

“Petugas langsung menuju lokasi menggunakan satu unit pancar serta peralatan gerinda mini untuk melakukan tindakan evakuasi di sekolah,” tambahnya.

Mengingat sensitivitas area jari yang membengkak, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Petugas Damkar juga berkoordinasi dengan tim medis dari Puskesmas Banjarsari guna memberikan pendampingan medis selama proses pemotongan cincin berlangsung.

Menggunakan gerinda mini dengan presisi tinggi, petugas akhirnya berhasil memotong cincin emas tersebut tanpa menimbulkan luka tambahan pada jari korban. Sekitar pukul 12.25 WIB, operasi evakuasi dinyatakan selesai dengan aman dan terkendali.

“Setelah situasi dipastikan aman dan korban tidak mengalami cidera selama proses evakuasi, petugas kembali ke pos untuk melanjutkan piket kesiapsiagaan,” pungkas Budi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement