Ikuti Kami :

Disarankan:

Jelang Lebaran, Geliat Perajin Kulit Beduk Mulai Hiasi Ruas Jalan Kota Tasikmalaya

Selasa, 10 Maret 2026 | 14:59 WIB
Jelang Lebaran, Geliat Perajin Kulit Beduk Mulai Hiasi Ruas Jalan Kota Tasikmalaya
Jelang Lebaran, Geliat Perajin Kulit Beduk Mulai Hiasi Ruas Jalan Kota Tasikmalaya. Foto: Kristian.

Pemandangan khas menjelang Hari Raya Idulfitri mulai terlihat di sejumlah sudut Kota Tasikmalaya. Lembaran kulit kerbau dan sapi yang tergantung pada bilah-bilah bambu, bersanding dengan deretan drum berbagai ukuran, kini menghiasi bahu jalan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemandangan khas menjelang Hari Raya Idulfitri mulai terlihat di sejumlah sudut Kota Tasikmalaya. Lembaran kulit kerbau dan sapi yang tergantung pada bilah-bilah bambu, bersanding dengan deretan drum berbagai ukuran, kini menghiasi bahu jalan. Fenomena ini menandai kembalinya musim perburuan perlengkapan takbiran bagi para pengurus DKM dan masyarakat setempat.

Salah satu lapak yang mulai ramai dikunjungi berada di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi. Di sana, Nanang (55), seorang pedagang musiman, telah bersiap sejak awal Ramadan 1447 Hijriah untuk melayani kebutuhan warga akan suara tabuhan beduk yang menggema di malam takbiran nanti.

Bagi Nanang, berjualan kulit beduk bukan sekadar mencari nafkah, melainkan tradisi tahunan yang ia geluti sejak tahun 2015. Meski belum memasuki puncak permintaan, ia mengaku setiap hari selalu ada pelanggan yang datang.

"Lumayan, setiap hari ada saja yang keluar. Kemarin saja laku dua lembar kulit," ujar Nanang saat ditemui di lapaknya, Selasa (10/3/2026) siang.

Namun, berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun, Nanang memprediksi lonjakan pembeli baru akan terjadi setelah melewati pertengahan bulan puasa.

"Rata-rata sekarang masih melihat-lihat. Nanti kalau sudah tanggal 21 Ramadan ke atas, biasanya baru ramai sekali," tambahnya.

Di lapak milik Nanang, tersedia dua jenis kulit utama, yaitu kulit sapi dan kerbau. Ia secara khusus merekomendasikan kulit kerbau bagi mereka yang mencari daya tahan dan kualitas suara, meskipun harganya relatif lebih tinggi.

 * Kulit Kerbau: Dijual seharga Rp400.000 (hanya kulit).

 * Kulit Sapi (Ukuran Kecil): Dibanderol mulai dari Rp300.000.

 * Perlengkapan Lain: Drum atau tabung beduk dijual terpisah dengan harga bervariasi tergantung ukuran.

"Kalau dari kerbau memang lebih mahal tapi lebih kuat. Kulit kambing sengaja tidak saya jual karena kekuatannya kurang untuk beduk ukuran besar," jelas Nanang.

Reputasi perajin kulit beduk di Tasikmalaya rupanya telah tersohor hingga ke luar daerah. Nanang menyebutkan bahwa pelanggannya tidak hanya warga lokal, tetapi juga datang dari wilayah tetangga seperti Salawu, Malangbong (Garut), hingga Ciamis.

Lapak musiman ini beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Di luar bulan Ramadan, Nanang biasanya hanya melayani pesanan terbatas atau sekadar menyiapkan stok kulit mentah untuk diserut menjadi lembaran siap pakai.

Kehadiran pedagang seperti Nanang menjadi bukti bahwa syiar Ramadan dan Lebaran di Kota Tasikmalaya tetap terjaga melalui tradisi tabuh beduk yang tak lekang oleh waktu.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement