Ikuti Kami :

Disarankan:

Kisah Inspiratif, Mantan Pegawai Bank BUMN yang Sukses Jadi Petani Melon Premium di Ciamis

Senin, 14 Juli 2025 | 09:01 WIB
Kisah Inspiratif, Mantan Pegawai Bank BUMN yang Sukses Jadi Petani Melon Premium di Ciamis
Kisah Inspiratif, Mantan Pegawai Bank BUMN yang Sukses Jadi Petani Melon Premium di Ciamis. Foto: NewsTasikmalaya.com/Andri M

Keputusan Hilman Firmanudin (35) untuk meninggalkan zona nyaman sebagai pegawai bank BUMN di Kota Banjar pada tahun 2023 mungkin terdengar nekat bagi sebagian orang.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Keputusan Hilman Firmanudin (35) untuk meninggalkan zona nyaman sebagai pegawai bank BUMN di Kota Banjar pada tahun 2023 mungkin terdengar nekat bagi sebagian orang. Namun, langkah besar itu justru membawanya pada kesuksesan baru sebagai petani melon premium yang kini dikenal luas di Ciamis.

Hilman, yang dulunya menjabat sebagai mantri di bank tersebut, mulai menekuni pertanian melon secara otodidak. Ia memulai dari skala kecil dengan memanfaatkan atap rumahnya di Cilulut Kertasari sebagai green house mini, tempat ia menanam 50 batang melon sistem hidroponik. Benihnya pun bukan sembarangan, Hilman memilih varietas premium impor dari Belanda dan Thailand.

"Waktu pertama uji coba, hasilnya cukup menjanjikan. Dari sana saya yakin untuk beralih profesi sepenuhnya," ungkap Hilman saat ditemui di lahannya, Green Organic Farm, di Dusun Cipaku, Desa Sukamaju, Baregbeg, Ciamis, Minggu (13/7/2025).

Ia lalu menyulap lahan seluas 560 meter persegi menjadi green house modern dengan teknik perpaduan Jepang (machida) dan sonic bloom, budidaya cerdas yang meningkatkan produktivitas dan kualitas buah.

Hingga masa tanam ke-7, Hilman telah memanen ribuan buah melon dari 17 jenis varietas premium, seperti Lavender, Dalmation, Sweet Hami, Yubaree, Wait Kirin, bahkan melon jumbo seperti Intahon (3 kg/buah), Torpedo (5 kg), dan Sweet Net (2 kg).

Buah-buah berkualitas tinggi ini ia pasarkan secara online melalui TikTok dan Facebook, serta didistribusikan ke berbagai toko buah di Ciamis dan Tasikmalaya. Harga jualnya berkisar antara Rp35.000 – Rp40.000 per kilogram, tergantung jenisnya, dengan bobot rata-rata 1,5–2 kg per buah.

Tak hanya berjualan, Hilman juga membuka wisata petik melon langsung dari kebun. Pengunjung bisa memetik sendiri buah yang diinginkan, menimbangnya, dan langsung membawa pulang. Di saung khusus, mereka pun bisa mencicipi potongan tester melon yang disediakan. "Wisata petik ini jadi daya tarik tersendiri, sekaligus edukasi tentang pertanian modern," ujar Hilman.

Dalam sekali panen (setiap 3 bulan), Hilman bisa menghasilkan omzet kotor hingga Rp17 juta, dengan laba bersih sekitar Rp10 juta setelah dikurangi biaya produksi.

Kesuksesan dan inovasinya membuat Hilman terpilih sebagai Petani Milenial perwakilan Ciamis untuk ajang penghargaan non-aparatur tingkat Jawa Barat, kategori regenerasi petani hortikultura. Tidak hanya berhenti di situ, pertengahan 2025 ini, ia berekspansi ke Kota Tasikmalaya, dengan mengelola kawasan agrowisata Karangresik yang sebelumnya terbengkalai.

“Sekarang sudah ada 4.700 pohon melon ditanam di Karangresik. Insya Allah Agustus nanti mulai panen,” ucap ayah satu anak ini dengan bangga.

Di Objek Wisata Karangresik, Hilman juga mengembangkan wisata petik melon dengan skala lebih besar. Ribuan buah melon eksklusif siap menyambut pengunjung yang ingin merasakan pengalaman langsung dari kebun.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement