Ikuti Kami :

Disarankan:

Mahasiswa Umtas Tasikmalaya Wakili Indonesia di KTT Teknologi Iklim Singapura: Bawa Inovasi AI dan IoT

Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:09 WIB
Mahasiswa Umtas Tasikmalaya Wakili Indonesia di KTT Teknologi Iklim Singapura: Bawa Inovasi AI dan IoT
Mahasiswa Umtas Tasikmalaya Wakili Indonesia di KTT Teknologi Iklim Singapura: Bawa Inovasi AI dan IoT.

Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Tasikmalaya. Sejumlah inovator muda dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) terpilih untuk menunjukkan taringnya di panggung internasional dalam program Youth Development for Climate Tech (YDCT). Ajang bergengsi ini akan dihelat pada 25 - 29 Maret 2026 di Singapura.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Tasikmalaya. Sejumlah inovator muda dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) terpilih untuk menunjukkan taringnya di panggung internasional dalam program Youth Development for Climate Tech (YDCT). Ajang bergengsi ini akan dihelat pada 25 - 29 Maret 2026 di Singapura.

Forum kolaboratif yang diselenggarakan oleh PT Sustainable Living Lab ini mempertemukan talenta muda terbaik dari Singapura, Indonesia, dan India untuk merancang solusi teknologi mutakhir guna menghadapi krisis perubahan iklim global.

Salah satu delegasi Indonesia yang menjadi sorotan adalah Ipan Aulia Rahman. Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Umtas ini mengusung inovasi bertajuk “Powering Solar with Intelligence”.

Ipan mengembangkan sistem panel surya berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memantau intensitas cahaya, suhu, hingga produksi listrik secara real-time. Teknologi ini bukan sekadar alat pantau, melainkan solusi efisiensi energi terbarukan yang mampu mendeteksi gangguan secara instan melalui platform digital.

"Mohon doanya, semoga bisa diberikan kelancaran dalam kegiatan nanti di Singapura," tulis Ipan dalam keterangan persnya, Sabtu (14/3/2026) siang.

Inovasi impresif lainnya datang dari Mustafa Bilal, mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi Umtas yang mewakili tim Thermal Optimizers. Ia merancang CoolRide, sebuah sistem navigasi cerdas yang menjadi oase bagi pejalan kaki dan pesepeda di kawasan tropis.

Berbeda dengan aplikasi peta biasa, CoolRide menggunakan algoritma Multi-factor Dijkstra yang mengintegrasikan data ratusan ribu pohon dengan data cuaca terkini. Dengan bantuan AI berbasis Llama-3.1, aplikasi ini mampu merekomendasikan rute paling teduh guna melindungi pengguna dari paparan panas ekstrem perkotaan.

Melalui ajang YDCT, para delegasi asal Tasikmalaya ini diharapkan tidak hanya membawa pulang ilmu, tetapi juga menjadi motor penggerak solusi iklim di Indonesia. Pemanfaatan teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) dan IoT oleh mahasiswa Umtas membuktikan bahwa pemuda daerah memiliki daya saing global dalam menciptakan mitigasi lingkungan yang aplikatif.

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan mampu melahirkan prototipe inovasi yang berdampak nyata bagi keberlanjutan bumi di masa depan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement