TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – MTs Negeri 3 Tasikmalaya resmi meluncurkan Kelas Robotic STEM sebagai bagian dari penguatan program digitalisasi madrasah. Peluncuran tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Workshop Robotic STEM 4.0 yang digelar di lingkungan madrasah, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, MM, yang memberikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan pihak madrasah.
Dalam sambutannya, Ahmad Patoni menegaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan, termasuk madrasah, untuk berperan aktif dalam beradaptasi dan berinovasi.
“Pilihan kita hari ini sederhana, apakah menjadi penonton atau pelaku dalam perkembangan teknologi. Madrasah harus menjadi pelaku, tidak hanya mengikuti tetapi juga berinovasi,” ujarnya.
Menurutnya, madrasah memiliki keunggulan tersendiri, khususnya dalam pendidikan keagamaan yang mencapai sekitar 40 persen. Namun, keunggulan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan di bidang sains dan teknologi agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Madrasah harus memiliki daya jual. Selain kuat dalam pendidikan agama, juga harus unggul dalam teknologi dan sains. Potensi siswa sangat besar, tinggal bagaimana kita mengasahnya,” ungkapnya.
Ia menilai peluncuran Kelas Robotic STEM ini sebagai langkah strategis yang mampu meningkatkan citra madrasah sekaligus menjadi bukti nyata transformasi digital di lingkungan pendidikan Islam.
“Ini inovasi luar biasa. Tidak hanya memperkuat identitas madrasah, tetapi juga menunjukkan transformasi digital yang nyata,” tambahnya.
Melalui program ini, MTsN 3 Tasikmalaya diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga kompeten di bidang sains dan teknologi serta siap menghadapi tantangan era digital.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Tasikmalaya, Andes Yulianda, S.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan kelas digital ini telah dimulai sejak 2023 dengan fasilitas yang sangat terbatas.
“Awalnya kami hanya memiliki satu kelas digital dengan satu unit smartboard. Namun berkat komitmen bersama, kini telah berkembang menjadi enam smartboard untuk mendukung pembelajaran digital,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan tersebut tidak lepas dari dukungan program prioritas Kementerian Agama yang mendorong digitalisasi pendidikan madrasah dari tingkat pusat hingga daerah.
Selain fokus pada teknologi, MTsN 3 Tasikmalaya juga terus mengembangkan program unggulan lain seperti Tahfudz Al-Qur’an, kelas olahraga, serta pembiasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab dalam aktivitas siswa sehari-hari.
“Kelas digital ini tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga mengintegrasikan keterampilan masa depan seperti desain grafis dan robotik dalam satu ekosistem pembelajaran modern,” pungkasnya.