Ikuti Kami :

Disarankan:

Percepat Transisi Energi, PLN EPI Resmikan Hub Pengolahan Biomassa di Kadipaten Tasikmalaya

Rabu, 24 Desember 2025 | 09:57 WIB
Percepat Transisi Energi, PLN EPI Resmikan Hub Pengolahan Biomassa di Kadipaten Tasikmalaya
Percepat Transisi Energi, PLN EPI Resmikan Hub Pengolahan Biomassa di Kadipaten Tasikmalaya. Foto: Tian K.

PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terus memperkuat komitmennya dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sebagai langkah nyata, PLN EPI meresmikan Fasilitas Hub Pengolahan Biomassa di Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (23/12/2025) siang.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – PLN Energi Primer Indonesia (EPI) terus memperkuat komitmennya dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sebagai langkah nyata, PLN EPI meresmikan Fasilitas Hub Pengolahan Biomassa di Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa (23/12/2025) siang.

Kehadiran fasilitas ini bertujuan untuk mengolah sumber-sumber hayati lokal menjadi bahan bakar alternatif (co-firing) guna mensubstitusi penggunaan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menjelaskan bahwa pada hari yang sama, pihaknya meresmikan dua fasilitas serupa di lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Keduanya diproyeksikan menjadi pemasok utama biomassa untuk wilayah Jawa Barat.

"Sama aja yah seperti yang di Ciamis, ini ada dua sekaligus yang pertama fasilitaa produksi pengolahan biomasa yang kita dapat di daerah lokal dan dimanfaatkin seperti kayu dan kita bikin ke pengolahan dan menjadk sodas, dan nantinya kita kirim ke PLTU terdekat sepertk di Adipala dan Indramayu," ungkap Hokkop kepada media.

Fasilitas di Kadipaten ini difokuskan pada pengolahan kayu menjadi serpihan kayu (wood chips). Saat ini, mesin pengolahan yang digunakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1 ton serpihan kayu per jam.

"Kapasitasnya satu jam bisa menampung 1 ton serpihan kayu, tapi untuk menjaga keawetannya kita operasikam 8 jam sampai 10 jam dulu, tapi kedepan bisa beroperasi selama 14 jam," jelas Hokkop lebih lanjut mengenai teknis operasional mesin tersebut.

Produksi dari Hub Kadipaten ini nantinya akan didistribusikan ke unit pembangkit besar seperti PLTU Adipala di Cilacap dan PLTU Indramayu untuk mendukung program reduksi emisi karbon.

Peresmian ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Camat Kadipaten, Ai Ruhimat, yang hadir didampingi Kepala Desa Kadipaten, Cecep, menilai kehadiran PLN EPI sebagai peluang besar untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar.

Ai berharap investasi di sektor energi hijau ini dapat menjadi motor penggerak lapangan kerja baru dan memperkuat sinergi antara korporasi dengan pemerintah daerah.

"Tidak hanya membuka lapangan kerja khususnya wilayah Kadipaten, tapi kehadiran investor ini bisa berkolaborasi dengan pemerintah setempat," pungkas Ai.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement