Ikuti Kami :

Disarankan:

Peringati HKB 2026, Anak-Anak Difabel Tasikmalaya Antusias Ikuti Simulasi Tanggap Bencana

Sabtu, 25 April 2026 | 16:25 WIB
Peringati HKB 2026, Anak-Anak Difabel Tasikmalaya Antusias Ikuti Simulasi Tanggap Bencana
Peringati HKB 2026, Anak-Anak Difabel Tasikmalaya Antusias Ikuti Simulasi Tanggap Bencana.

Ratusan anak-anak difabel yang tergabung dalam Paguyuban Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas) mengikuti Simulasi Kebencanaan di McD Siliwangi, Kecamatan Tawang, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026 untuk membekali kelompok rentan dengan kemampuan mitigasi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ratusan anak-anak difabel yang tergabung dalam Paguyuban Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas) mengikuti Simulasi Kebencanaan di McD Siliwangi, Kecamatan Tawang, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026 untuk membekali kelompok rentan dengan kemampuan mitigasi.

Dalam simulasi tersebut, para peserta tampak tenang tetapi sigap mengikuti arahan dari petugas BPBD dan Damkar Kota Tasikmalaya. Dengan pendampingan orang tua dan guru, anak-anak difabel ini mempraktikkan cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi maupun kebakaran, termasuk teknik evakuasi dari ruangan tinggi tanpa rasa panik.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, yang hadir menyaksikan langsung jalannya simulasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi inklusif ini.

"Ini adalah momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif. Kegiatan ini memiliki fungsi pengenalan yang baik; BPBD bisa lebih mengenal karakteristik rekan-rekan difabel, dan sebaliknya. Di sinilah media kita untuk bersyukur sekaligus belajar," ujar Diky Candra.

Diky Candra menilai semangat para penyandang disabilitas dalam simulasi ini merupakan tamparan bagi masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Ia berjanji akan memperluas cakupan program ini dengan menggandeng KCD Pendidikan agar simulasi serupa bisa menjangkau seluruh SLB di Kota Tasikmalaya.

"Ini sangat luar biasa sebagai bentuk pengenalan sejak dini. Saya akan dorong agar ada sinergitas berkelanjutan dengan SLB. Masyarakat yang terdampak bencana tidak hanya butuh empati, tapi butuh kehadiran dan perhatian nyata dari pemerintah," tegas Diky.

Selain di pusat kota, Diky menginformasikan bahwa rangkaian kegiatan serupa akan dilanjutkan pada Minggu besok di wilayah Tugujaya sebagai bagian dari sosialisasi bencana berbasis masyarakat.

Terkait kerawanan bencana di Kota Tasikmalaya, Diky menjelaskan bahwa masalah utama yang sering dihadapi adalah genangan air akibat pendangkalan dan minimnya perawatan di hulu sungai. Ia menekankan bahwa solusi teknis seperti pengerukan tidak akan maksimal tanpa perubahan perilaku manusia.

"Yang penting adalah kesadaran di hulu untuk menjaga hutan. Seringkali bencana alam berawal dari 'bencana akhlak' yang merusak lingkungan. Itulah mengapa kegiatan seperti Ngarumat Hulu Cai terus kami gencarkan untuk mengingatkan pentingnya menjaga air," jelasnya.

Pemkot Tasikmalaya saat ini juga tengah menyiapkan pengembangan wisata arung jeram di Sungai Citanduy-Ciwulan serta wisata keluarga di Karangresik melalui kerja sama dengan PSDA sebagai bagian dari upaya pelestarian sungai yang bernilai ekonomi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement