Ikuti Kami :

Disarankan:

Peringati HKB 2026, Wali Kota Viman Alfarizi Pimpin Aksi Bersih Sungai di Titik Krusial Banjir Tugujaya

Minggu, 26 April 2026 | 12:54 WIB
Peringati HKB 2026, Wali Kota Viman Alfarizi Pimpin Aksi Bersih Sungai di Titik Krusial Banjir Tugujaya
Peringati HKB 2026, Wali Kota Viman Alfarizi Pimpin Aksi Bersih Sungai di Titik Krusial Banjir Tugujaya. Foto: Kristian.

Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar aksi nyata bersih-bersih sungai yang dipusatkan di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Minggu (26/4/2026) pagi.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar aksi nyata bersih-bersih sungai yang dipusatkan di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Minggu (26/4/2026) pagi.

Kegiatan bertema "Siap untuk Selamat, Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana" ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, di Graha Tasmalia. Aksi ini melibatkan sinergi besar antara Pemkot, TNI, Polri, serta ratusan relawan dan warga setempat.

Tampak hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, Sekda Asep Goparullah, Kapolres Tasikmalaya Kota, serta perwakilan dari Kodim 0612, Brigif 13 Galuh, H Heri Ahmadi, S.Pd.I Wakil Ketua DPRD, H Undang Syafrudin, M.Pd Ketua Komisi 4 DPRD Kota Tasikmalaya, dan Lanud Wiriadinata.

Plt Kalak BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menjelaskan bahwa Kelurahan Tugujaya dipilih karena merupakan titik krusial yang kerap mengalami genangan air dan banjir, terutama di kawasan Jalan Mayor SL Tobing dan belakang Asia Plaza (AP).

"Kami membagi 256 personel ke dalam empat kelompok untuk menyisir saluran air yang terganggu. Ini adalah langkah konkret mitigasi. Bencana tidak bisa diduga, maka personel, alat, dan masyarakat harus dalam keadaan siap pakai," ujar Hanafi.

Hanafi menambahkan, gerakan gotong royong ini sebenarnya sudah digencarkan di tiap kecamatan sejak dua bulan lalu. Menurutnya, gotong royong adalah solusi paling murah dan efektif yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Dalam arahannya, Wali Kota Viman Alfarizi menyoroti masalah banjir menahun di Kota Tasikmalaya yang tak kunjung tuntas meski di masa lalu didukung anggaran besar. Ia menekankan pentingnya mencari akar masalah melalui pendekatan teknis (engineering).

"Anggaran sebesar apapun jika tidak mencari solusi utama, masalah banjir ini tidak akan beres. Sekarang, meski anggaran kita terbatas, itu menjadi tantangan untuk membuktikan bahwa melalui kolaborasi dan rekayasa engineering, seperti yang kita coba lakukan di pintu air Cikalang Pesantren, kita bisa melahirkan solusi," tegas Viman.

Viman juga memperkenalkan gerakan "Minggu Urib" (Minggu Bersih-Bersih) sebagai implementasi dari program prioritas pusat Indonesia Asri dan program strategis daerah Tasik Resik serta Tasik Nyaman.

"Permasalahan lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Gerakan Minggu Urib dan Rabu Biru harus menjadi budaya masyarakat untuk memastikan Tasikmalaya tidak banjir lagi," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement