Ikuti Kami :

Disarankan:

Permintaan Pasar Melemah dan Dampak Bansos, Harga Beras Medium di Banjar Turun Rp300 per Kilogram

Sabtu, 26 September 2026 | 14:36 WIB
Permintaan Pasar Melemah dan Dampak Bansos, Harga Beras Medium di Banjar Turun Rp300 per Kilogram
Permintaan Pasar Melemah dan Dampak Bansos, Harga Beras Medium di Banjar Turun Rp300 per Kilogram. Foto: Sukirman.

Harga beras medium di Pasar Banjar turun Rp300/kg akibat sepi pembeli dan dampak penyaluran bantuan pangan pemerintah (26/9/2026).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Harga beras kualitas medium di pasaran Kota Banjar mulai merangkak turun setelah sempat melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Penurunan harga sebesar Rp300 per kilogram ini berlangsung dalam sepekan terakhir, dipicu oleh melemahnya daya beli serta menurunnya tingkat permintaan masyarakat.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Banjar, Salsabila, mengungkapkan bahwa harga beras medium untuk pembelian partai (kemasan 25 kilogram) kini berada di angka Rp13.500 per kilogram, sementara harga eceran bertahan di kisaran Rp14.000 per kilogram.

"Kalau beras medium, saat ini untuk harga eceran masih Rp14.000. Kalau yang 25 kilogram sekitar Rp13.500 per kilogram," ujar Salsabila di Pasar Banjar, Sabtu (26/9/2026).

"Pokoknya turun Rp300 per kilogram. Sebelumnya sempat naik sampai harga Rp13.800 bahkan Rp14.100, tapi sekarang sudah turun lagi," lanjutnya.

Salsabila menjelaskan, koreksi harga ini bukan disebabkan oleh keterbatasan pasokan barang. Sebaliknya, stok beras di pedagang tergolong melimpah, namun jumlah pembeli yang datang ke pasar menurun drastis.

"Permintaannya yang berkurang. Yang jual banyak, tetapi yang membeli kurang, jadi mulai turun lagi," jelas Salsabila. 

Selain tren konsumsi yang melambat, masifnya penyaluran bantuan pangan berupa beras dari pemerintah ke keluarga penerima manfaat (KPM) turut memengaruhi lesunya transaksi di pasar tradisional. Banyak warga yang kebutuhan pokok harian berasnya sudah terpenuhi dari bansos tersebut.

"Adanya bantuan dari pemerintah juga berpengaruh. Jadi pasar sekarang agak sepi karena sebagian kebutuhan masyarakat sudah terbantu," tambah Salsabila. 

Meskipun aktivitas pasar cenderung lengang, Salsabila memastikan kelancaran rantai pasok beras umum maupun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog berada dalam kondisi sangat aman. Perputaran stok di pedagang bahkan tergolong cepat berkisar 5 hingga 7 hari sekali.

"Untuk SPHP saat ini masih tetap. Stok juga masih aman, harganya sekitar Rp12.500 per kilogram," ungkapnya.

"Untuk ketersediaan beras sih cukup. Biasanya seminggu juga kadang sudah ganti, jangankan seminggu, lima hari juga sudah berganti," beber Salsabila.

Secara keseluruhan, pedagang menilai pergerakan harga komoditas pangan utama ini masih relatif terkendali dan berharap gairah transaksi pasar kembali normal menjelang akhir bulan.

"Kalau untuk harga sekarang masih relatif terkendali. Mudah-mudahan permintaan kembali naik dan kondisi pasar kembali ramai," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement