TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Aparat kepolisian dari Polsek Mangkubumi dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sebuah selokan di Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (11/3/2026) siang.
Langkah ini dilakukan guna mencari bukti petunjuk terkait ditemukannya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial HN (45) dalam kondisi bersimbah darah dan kritis di lokasi tersebut.
Pantauan di lapangan, petugas langsung memasang garis polisi (police line) di sekitar area persawahan dan selokan tempat korban pertama kali ditemukan. Proses olah TKP menjadi pusat perhatian warga setempat yang berkerumun di luar batas pengamanan.
Sejumlah poin penting dalam proses identifikasi di lokasi meliputi:
* Pencarian Barang Bukti: Petugas menyisir area di sekitar selokan untuk mencari senjata tajam atau benda lain yang diduga digunakan pelaku untuk melukai pergelangan tangan kiri korban.
* Identifikasi Jejak: Polisi melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sekitar, termasuk jejak fisik di lokasi yang diduga menjadi titik terjadinya kekerasan.
* Pengumpulan Keterangan Saksi: Petugas memintai keterangan awal dari sejumlah saksi, termasuk Ketua RT setempat, Aep, yang merupakan orang pertama yang mengevakuasi korban.
Berdasarkan temuan di lapangan, polisi menghadapi indikasi kekerasan fisik yang cukup kompleks. Selain luka sayat yang dalam di pergelangan tangan, kondisi pakaian korban yang berantakan memicu dugaan adanya motif tindak kriminal lain di luar penganiayaan.
"Kondisinya memprihatinkan. Selain luka di tangan, wajahnya juga penuh darah. Kami tadi fokus evakuasi cepat menggunakan mobil polisi ke RSUD dr. Soekardjo," ujar Ketua RT 02, Aep, di sela-sela aktivitas petugas di lokasi.
Hingga berita ini disusun, tim identifikasi masih bekerja mengumpulkan serpihan petunjuk di TKP. Kapolsek Mangkubumi beserta jajaran Reskrim belum memberikan pernyataan resmi mengenai kronologi pasti, karena masih menunggu hasil olah TKP rampung dan kondisi korban stabil untuk dimintai keterangan.
Sementara itu, di RSUD dr. Soekardjo, suasana haru menyelimuti ruang IGD. Keluarga korban, terutama anak perempuannya, tampak syok berat atas peristiwa yang menimpa ibunya tersebut. Tim medis saat ini masih berjuang melakukan tindakan darurat untuk menyelamatkan nyawa HN.