TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Senin dini hari menjadi mimpi buruk bagi enam keluarga di Kampung Borolong, Kecamatan Singaparna. Saat sebagian besar warga tengah terlelap, api berkobar hebat dari sebuah bengkel shockbreaker dan dengan cepat merenggut tempat tinggal mereka. Kini, 15 orang, termasuk anak-anak, terpaksa memulai hari tanpa atap di atas kepala.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ini diduga dipicu oleh korsleting listrik. Karena pemukiman yang padat, api tak butuh waktu lama untuk menghanguskan empat rumah hingga rata dengan tanah dan merusak dua bangunan lainnya. Harta benda yang dikumpulkan bertahun-tahun musnah dalam sekejap.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun kerugian material sangat besar. Seluruh korban kini kami data dan telah diungsikan ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat dan masjid terdekat," ungkap Ayatulloh Romdoni dari Tagana Kabupaten Tasikmalaya.
Upaya pemadaman yang melibatkan 5 unit mobil pemadam dan kesigapan warga berhasil mencegah api menyebar lebih luas. Namun, bagi para korban, malam itu akan selalu dikenang sebagai momen di mana mereka kehilangan segalanya.
Pihak kepolisian dari Polsek Singaparna telah melakukan olah TKP dan membenarkan sumber api berasal dari bangunan bengkel yang kosong. Peristiwa ini menjadi pengingat pilu akan bahaya instalasi listrik di pemukiman padat.