Ikuti Kami :

Disarankan:

Tradisi Syawal: Usai Salat Id, Ribuan Warga Tasikmalaya Padati TPU Pasanggrahan untuk Ziarah Kubur

Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:36 WIB
Tradisi Syawal: Usai Salat Id, Ribuan Warga Tasikmalaya Padati TPU Pasanggrahan untuk Ziarah Kubur
Tradisi Syawal: Usai Salat Id, Ribuan Warga Tasikmalaya Padati TPU Pasanggrahan untuk Ziarah Kubur. Foto: Kristian.

Gema takbir yang menandai hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah diiringi dengan tradisi ziarah kubur yang menyemarakkan berbagai tempat pemakaman di Tasikmalaya. Sejak Sabtu (21/3/2026) pagi, ribuan warga mulai berbondong-bondong mendatangi makam sanak keluarga untuk mengirimkan doa.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Gema takbir yang menandai hari pertama Idulfitri 1447 Hijriah diiringi dengan tradisi ziarah kubur yang menyemarakkan berbagai tempat pemakaman di Tasikmalaya. Sejak Sabtu (21/3/2026) pagi, ribuan warga mulai berbondong-bondong mendatangi makam sanak keluarga untuk mengirimkan doa.

Pemandangan ini salah satunya terlihat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Pasanggrahan, Desa Margalaksana, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Segera setelah menunaikan Salat Idulfitri di Masjid Jami At-Taufik, warga langsung memadati area pemakaman. Tak hanya penduduk lokal, warga dari kampung tetangga pun turut hadir menziarahi keluarga mereka yang dimakamkan di lokasi tersebut.

Para peziarah datang dengan membawa air dalam botol dan bungkusan kembang setaman. Di depan nisan kayu maupun batu mesan, mereka duduk bersimpuh melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan doa-doa terbaik bagi orang-orang terkasih yang telah berpulang.

Salah seorang peziarah, Teti (50), mengaku selalu memprioritaskan ziarah kubur di pagi hari Lebaran sebelum melakukan silaturahmi ke tempat lain.

"Sebelum ke tempat lain, memang kami selalu menyempatkan untuk berziarah ke makam. Ini sudah jadi keharusan setiap tahun; bukan hanya saat Lebaran, tapi sebelum masuk bulan puasa pun kami pasti ke sini," ujar Teti saat ditemui di lokasi.

Bagi Teti, momen ini adalah waktu khusus untuk menyapa ruh orang tua, anak, mertua, hingga kakaknya melalui doa. "Mudah-mudahan doa yang kita panjatkan ini dikabulkan dan diterima oleh Allah SWT," harapnya dengan mata berkaca-kaca.

Pantauan di lokasi hingga pukul 08.28 WIB, arus kedatangan warga masih terus mengalir. Padatnya peziarah sempat membuat akses jalan setapak di dalam TPU penuh sesak, namun suasana tetap berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan. Tradisi ini seolah menjadi pengingat di hari kemenangan, bahwa doa dari mereka yang masih hidup adalah hadiah terindah bagi yang telah tiada.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement