Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Gagal Taklukkan Jalur Gentong! Belasan Mobil Pemudik Mogok Massal, Kopling dan Mesin Jadi Korban

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:04 WIB

Jalur legendaris Lingkar Gentong kembali menunjukkan "keangkerannya" pada puncak arus balik H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026) siang. Belasan kendaraan roda empat dilaporkan mengalami mogok massal saat berjuang menaklukkan tanjakan ekstrem tersebut di tengah kepadatan lalu lintas yang mengular.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Jalur legendaris Lingkar Gentong kembali menunjukkan "keangkerannya" pada puncak arus balik H+2 Lebaran, Senin (23/3/2026) siang. Belasan kendaraan roda empat dilaporkan mengalami mogok massal saat berjuang menaklukkan tanjakan ekstrem tersebut di tengah kepadatan lalu lintas yang mengular.

Pantauan di lokasi sekira pukul 14.24 WIB, deretan mobil tampak terhenti dan memadati bahu jalan mulai dari kawasan Gentong Bawah hingga Gentong Atas. Insiden ini kian memperparah ketersendatan arus lalu lintas menuju arah Bandung yang sudah padat sejak pagi hari.

Mayoritas kendaraan yang gagal menanjak mengalami kerusakan pada sistem transmisi (kopling selip) serta mesin yang mengalami panas berlebih (overheating). Kombinasi antara kontur jalan yang menanjak tajam dengan durasi kemacetan panjang menjadi pemicu utama beban kerja mesin meningkat drastis.

Salah seorang pemudik asal Subang, Yuda Yudistira (30), menjadi salah satu korban keganasan Jalur Gentong. Mobil yang dikendarainya bersama keluarga terpaksa menepi setelah tercium bau hangus dari arah mesin.

"Habis mudik dari Tasik mau pulang ke Subang. Ini trouble gara-gara mesin panas terus kopling kena. Jalanannya nanjak terus ditambah macet parah tadi," keluh Yuda saat ditemui di lokasi, Senin (23/3/2026).

Bagi Yuda, melintasi Jalur Gentong merupakan pengalaman pertamanya. Ia tak menyangka waktu tempuh yang biasanya hanya memakan waktu total 7 jam, kini justru habis di jalan sebelum mencapai setengah perjalanan.

"Biasanya Tasik-Subang itu 7 jam sampai. Sekarang saya berangkat jam 7 pagi, baru sampai Gentong jam 2 siang—sudah hampir 8 jam sendiri. Padahal kalau lancar, harusnya jam 4 sore sudah sampai rumah," tambahnya.

Hingga pukul 14.32 WIB, arus lalu lintas di Jalur Gentong Tasikmalaya masih terpantau padat merayap. Meski banyak kendaraan yang menepi di bahu jalan, roda kendaraan lain tetap dipaksakan terus berputar di bawah pengawasan ketat petugas kepolisian dan tim ganjal ban setempat.

Pihak kepolisian mengimbau para pemudik untuk rutin mengecek kondisi air radiator dan tidak memaksakan penggunaan setengah kopling saat mengantre di tanjakan guna menghindari kerusakan permanen pada kendaraan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement