Ikuti Kami :

Disarankan:

VIDEO: Volume Penumpang di Stasiun Tasikmalaya Melonjak 170 Persen, Pemudik Pilih Kereta demi Hindari Macet

Selasa, 17 Maret 2026 | 19:09 WIB

Gelombang pemudik Lebaran 2026 mulai memadati Stasiun KAI Tasikmalaya pada Senin (16/3/2026) siang. Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran penumpang yang datang dari luar daerah maupun yang berangkat menuju kota besar mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Gelombang pemudik Lebaran 2026 mulai memadati Stasiun KAI Tasikmalaya pada Senin (16/3/2026) siang. Berdasarkan pantauan di lokasi, aliran penumpang yang datang dari luar daerah maupun yang berangkat menuju kota besar mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan.

Para penumpang nampak membawa barang bawaan dalam jumlah besar, seperti koper dan tas berukuran jumbo, yang menjadi ciri khas mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.

Faktor keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu menjadi alasan utama masyarakat tetap setia menggunakan moda transportasi berbasis rel ini.

Anggita Permatasari (24), seorang pemudik asal Kecamatan Cigalontang yang baru saja tiba dari Solo, Jawa Tengah, mengaku lebih memilih kereta api demi efisiensi waktu.

"Pilih kereta api karena cepat dan tidak perlu macet-macet, karena jalurnya sudah ada. Kalau naik bus ada risiko macet," ujar Anggita yang bekerja di sebuah perusahaan di Solo tersebut.

Selain keunggulan waktu, kemudahan sistem pemesanan tiket juga menjadi nilai tambah. Anggita mengaku tidak menemui kendala dalam mendapatkan tiket meskipun permintaan sedang tinggi karena sudah mempersiapkan diri sejak lama.

"Pesen tiket aman tak ada kendala, saya juga beli tiket dari jauh-jauh hari," ucapnya.

Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mengonfirmasi tingginya mobilitas ini selama periode 11 hingga 15 Maret 2026.

Stasiun Tasikmalaya tercatat sebagai stasiun tersibuk ketiga di wilayah Daop 2 setelah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong. Secara angka, Stasiun Bandung melayani 23.252 pelanggan berangkat, diikuti Kiaracondong dengan 20.054 pelanggan, dan Tasikmalaya sebanyak 5.165 pelanggan.

Namun, lonjakan paling mencolok terlihat pada angka kedatangan, di mana 7.879 orang tercatat turun di Stasiun Tasikmalaya.

Angka ini mencerminkan peningkatan drastis hingga 170 persen jika dibandingkan dengan hari biasa. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa tren ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.

"Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini," kata Kuswardojo.

Sebagai langkah responsif terhadap tingginya minat warga Priangan Timur, KAI Daop 2 Bandung terus berupaya meningkatkan aksesibilitas layanan. Salah satu kebijakan strategis yang diambil adalah menambah titik pemberhentian untuk memudahkan warga di wilayah utara Tasikmalaya.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan memberhentikan KA Serayu di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang mulai 14 Maret 2026," pungkas Kuswardojo.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement