Ikuti Kami :

Disarankan:

Wali Kota Tasikmalaya Singgung Soal Berita Bohong di Mimbar Salat Id Masjid Agung

Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:24 WIB
Wali Kota Tasikmalaya Singgung Soal Berita Bohong di Mimbar Salat Id Masjid Agung
Wali Kota Tasikmalaya Singgung Soal Berita Bohong di Mimbar Salat Id Masjid Agung.

Di balik gema takbir yang memenuhi Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Sabtu (21/3/2026) pagi, terselip sebuah pesan krusial mengenai ketahanan informasi. Ribuan umat Muslim yang memadati area utama hingga meluber ke jalanan bukan hanya merayakan kemenangan spiritual, tetapi juga diingatkan untuk menjaga kesucian ruang digital mereka.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Di balik gema takbir yang memenuhi Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Sabtu (21/3/2026) pagi, terselip sebuah pesan krusial mengenai ketahanan informasi. Ribuan umat Muslim yang memadati area utama hingga meluber ke jalanan bukan hanya merayakan kemenangan spiritual, tetapi juga diingatkan untuk menjaga kesucian ruang digital mereka.

Sejak pukul 05.00 WIB, antusiasme warga tak terbendung. Kehadiran jajaran pimpinan daerah, mulai dari Wali Kota Viman Alfrizi Ramadan, Wakil Wali Kota Diky Candra, hingga Sekda Asep Goparullah, memberikan sinyal kuat akan pentingnya persatuan. Namun, persatuan yang dimaksud tahun ini bukan sekadar fisik, melainkan persatuan dalam memilah informasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Viman Alfrizi mengambil langkah menarik dengan menyisipkan isu dinamika informasi di tengah pesan keagamaan. Baginya, esensi Idulfitri 1447 H sebagai momentum kembali ke fitrah (kesucian) harus selaras dengan kebersihan dalam berinteraksi di media sosial.

"Ramadan mendidik kita menjadi pribadi yang peka. Di era digital, kepekaan itu diuji lewat cara kita menyaring berita. Jangan biarkan kabar hoaks atau informasi yang belum jelas kebenarannya mengotori kembali hati kita yang sudah bersih," tegas Viman di hadapan lautan jemaah.

Viman menekankan bahwa tantangan masyarakat Kota Resik saat ini bukan lagi sekadar menahan lapar, melainkan menahan diri dari penyebaran konten yang memecah belah. Berikut adalah poin utama transformasi informasi yang ditekankan:

 * Filter sebelum Share: Menjadikan kesabaran Ramadan sebagai rem saat menerima informasi provokatif.

 * Tabayyun Digital: Mengedepankan klarifikasi daripada reaksi cepat yang emosional.

 * Ukhuwah Siber: Memperkuat tali persaudaraan dengan menjaga lisan dan tulisan di ruang publik digital.

Meski massa menyemut, pelaksanaan salat Id berlangsung sangat tertib di bawah pengawalan petugas gabungan. Kondisi kondusif ini diharapkan menjadi cermin bagi masyarakat dalam mengelola arus informasi: tetap tenang, teratur, dan tidak mudah terprovokasi oleh simpang siur berita di luar sana.

Idulfitri kali ini di Tasikmalaya menjadi pengingat bahwa di masa depan, menjaga jari dari tombol share adalah bentuk kepedulian sosial yang sama pentingnya dengan menjaga lisan di dunia nyata.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement