Ikuti Kami :

Disarankan:

Air Situ Gede Tasikmalaya Surut Akibat Kemarau, Muncul Hamparan Rumput Hijau Jadi Spot Foto yang Diburu Warga

Rabu, 15 Juli 2026 | 10:17 WIB
Watermark
Air Situ Gede Tasikmalaya Surut Akibat Kemarau, Muncul Hamparan Rumput Hijau Jadi Spot Foto yang Diburu Warga. Foto: Kristian.

Imbas kemarau panjang, debit air sisi barat Situ Gede di Mangkubumi, Tasikmalaya surut total sejak sebulan lalu (15/7/2026). Dasar danau yang mengering kini berubah menjadi hamparan rumput hijau eksotis yang ramai diburu warga untuk spot foto.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dampak kemarau panjang yang melanda wilayah Priangan Timur mulai mengubah lanskap objek wisata andalan Kota Tasikmalaya, Situ Gede. Debit air di danau yang terletak di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi tersebut dilaporkan terus mengalami penyusutan signifikan.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan pada Rabu (15/7/2026) pagi, fenomena surutnya air paling mencolok terlihat di area sisi barat Situ Gede. Sementara itu, untuk area bagian tengah, timur, dan selatan terpantau masih tergenang air dalam batas aman.

Menariknya, alih-alih menyajikan pemandangan lahan retak yang gersang, area barat Situ Gede yang mengering tersebut kini tertutup oleh hamparan rumput hijau yang lebat nan asri. Pemandangan unik yang menyerupai sabana hijau ini pun mendadak viral dan sukses menyedot perhatian masyarakat luas untuk menjadikannya sebagai spot foto baru.

Banyak pengunjung sengaja datang sejak pagi hari untuk memanfaatkan momentum langka ini. Salah seorang pengunjung asal perkotaan, berinisial R (27), mengaku takjub melihat fenomena hamparan rumput subur di bekas dasar danau tersebut.

"Sambil olahraga pagi, saya sengaja ke sini karena penasaran mendengar kabar Situ Gede sedang surut. Ingin lihat langsung sekaligus foto-foto di tengah hamparan rumputnya. Malah jadi kelihatan lebih bagus dan estetik," tutur R di lokasi.

Menurut keterangan warga sekitar, surutnya air di sisi barat ini sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir. Daya tarik lapangan hijau dadakan ini tidak hanya memikat warga yang ingin berswafoto (selfie), tetapi juga mulai dilirik sebagai lokasi foto pranikah (prewedding). Bahkan, suburnya rumput liar di lokasi tersebut mengundang peternak dari luar daerah seperti Garut untuk datang menyabit rumput.

Meningkatnya arus kunjungan warga ke kawasan terdampak surut ini membawa berkah ekonomi yang luar biasa bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Salah satunya dirasakan oleh Rosita (52), seorang pedagang makanan dan minuman di sekitar Situ Gede.

Rosita membeberkan bahwa waktu kunjungan terpadat biasanya terbagi dalam dua sif, yakni waktu pagi hingga pukul 11.00 WIB, serta waktu sore mulai pukul 14.00 WIB hingga menjelang maghrib. Khusus pada momen akhir pekan (weekend), arus wisatawan mengalir tanpa henti dari pagi hingga sore hari. Kenaikan kunjungan ini pun otomatis melipatgandakan pendapatan lapaknya.

Pada hari-hari biasa saat kondisi air normal, Rosita mengaku rata-rata hanya mengantongi pendapatan sekitar Rp 100.000 per hari dari penjualan makanan dan minuman. Namun sejak debit air menyusut dan lokasi tersebut ramai dikunjungi warga untuk berfoto, omzetnya pada hari kerja biasa langsung melejit ke angka Rp 200.000 per hari. Puncak keberkahan terjadi pada hari Minggu, di mana Rosita bisa mengantongi omzet hingga Rp 400.000 dalam sehari.

"Berkahnya luar biasa bagi kami para pedagang kecil karena semakin banyak warga yang datang berkunjung. Apalagi kalau hari Minggu, saya sampai berdiri terus saking sibuknya melayani pembeli yang memesan minuman. Kalau kemarau ini masih panjang, kemungkinan area tengah juga bisa ikut surut menjadi padang rumput," harap Rosita optimis.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement