Ikuti Kami :

Disarankan:

Aksi Pilu Bocah-Bocah di Tasikmalaya, Gendong Sendiri Jasad Temannya yang Tewas Tertabrak KA Argo Wilis

Jumat, 03 April 2026 | 14:16 WIB
Watermark

Sebuah pemandangan memilukan terjadi di perlintasan kereta api kawasan Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Jumat (3/4/2026) siang. Tanpa menunggu bantuan petugas, tiga orang anak laki-laki berusaha menggendong dan mengevakuasi sendiri jasad teman sepermainan mereka, Asep Gumilar Bima Samsudin (11), yang baru saja tewas tertabrak kereta api.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sebuah pemandangan memilukan terjadi di perlintasan kereta api kawasan Cidahu, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Jumat (3/4/2026) siang. Tanpa menunggu bantuan petugas, tiga orang anak laki-laki berusaha menggendong dan mengevakuasi sendiri jasad teman sepermainan mereka, Asep Gumilar Bima Samsudin (11), yang baru saja tewas tertabrak kereta api.

Tragedi ini bermula saat Asep bersama tiga rekannya berjalan kaki menyusuri jalur rel untuk bersilaturahmi ke rumah sang nenek di Pasar Ikan, Cisayong. Namun, saat melintasi jembatan kereta, muncul KA Argo Wilis dari arah Bandung menuju Surabaya.

Meski ketiga temannya berhasil melompat menyelamatkan diri, Asep yang berada di posisi paling belakang tidak sempat menghindar. Benturan keras mengakibatkan korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian.

Alih-alih lari karena ketakutan, teman-teman korban yang masih duduk di bangku SD tersebut justru berupaya membawa tubuh Asep. Dalam kondisi penuh duka dan trauma, mereka menggendong jasad sahabatnya itu keluar dari jalur rel menuju permukiman warga.

"Setelah kejadian, anak-anak itulah yang membawa korban ke warga. Korban digendong dan dievakuasi sama teman-temannya. Saat itu kondisinya sudah meninggal," ujar Dedi, paman korban, dengan nada bergetar saat berada di RSUD dr. Soekardjo.

Dengan tenaga yang tersisa, bocah-bocah tersebut menggendong korban hingga bertemu dengan seorang warga yang tengah mencari rumput di sekitar lokasi. Mereka berharap ada bantuan medis yang bisa menyelamatkan nyawa Asep, meski takdir berkata lain.

Pihak keluarga mengaku tidak menyangka anak-anak tersebut memilih berjalan kaki menempuh jarak jauh melewati rel, karena biasanya mereka menggunakan angkutan umum untuk mengunjungi sang nenek.

 

Petugas dari Polsek Cisayong dan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota segera mendatangi lokasi setelah mendapat laporan dari warga. Polisi melakukan olah TKP di area jembatan yang menjadi titik kecelakaan.

Saat ini, jenazah Asep masih berada di kamar mayat RSUD dr. Soekardjo untuk penanganan luka di bagian kepala sebelum akhirnya diserahkan ke rumah duka di Kampung Sukahaji, Desa Dawagung, untuk dimakamkan.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement