Ikuti Kami :

Disarankan:

Diky Candra Kecewa Tak Pernah Dilibatkan dalam Penataan Dadaha: Jujur, Saya Marah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:53 WIB
Watermark
Diky Candra Kecewa Tak Pernah Dilibatkan dalam Penataan Dadaha: Jujur, Saya Marah. Foto: Istimewa/Kristian

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengaku kecewa karena tidak pernah dilibatkan dalam proses penataan PKL Dadaha dan merasa bekerja sendiri saat menghadiri peresmian shelter PKL di kawasan Dadaha.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra meluapkan kekecewaannya saat menghadiri peresmian shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, Rabu (7/10/2026).

Diky mengaku tidak pernah dilibatkan dalam proses penataan PKL Dadaha sejak awal dan merasa harus bekerja sendiri tanpa dukungan dari perangkat daerah terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Diky hadir didampingi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana. Sementara sejumlah kepala dinas dan pejabat terkait lainnya tidak terlihat di lokasi.

Menurut Diky, dirinya datang memenuhi undangan masyarakat meski di saat bersamaan memiliki agenda lain yang juga harus dihadiri. Sebelum menghadiri kegiatan tersebut, ia mengaku telah mendisposisikan undangan kepada sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya, namun tidak ada yang hadir mewakilinya.

"Saya datang karena diundang masyarakat. Padahal saya juga memiliki agenda lain dan sudah mencoba mendisposisikan kepada beberapa pihak, tetapi tidak ada yang hadir," ujarnya.

Diky juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara detail regulasi maupun proses penataan PKL Dadaha. Ia mengaku sejak awal tidak dilibatkan dalam pembahasan maupun pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, penataan kawasan PKL Dadaha sejak awal ditangani oleh tim yang ditunjuk langsung dan dipimpin oleh almarhum Asep MP saat masih menjabat sebagai aparatur sipil negara.

"Saya tidak pernah dilibatkan sejak awal, sehingga banyak hal terkait regulasi dan teknis yang saya tidak pahami secara detail. Karena itu saya berharap ada pihak yang lebih mengetahui untuk mendampingi atau mewakili dalam kegiatan ini," katanya.

Kekecewaan Diky semakin memuncak karena merasa sering menghadiri berbagai kegiatan pemerintahan tanpa didampingi organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan agenda yang dihadiri.

Ia menilai disposisi atau pendelegasian tugas merupakan hal yang wajar dilakukan, terutama ketika jadwal kegiatan bertabrakan. Saat itu, Diky mengaku harus membagi waktu antara agenda di Tasikmalaya dan kegiatan lain di Jakarta.

"Kalau jujur, saya marah hari ini. Saya merasa bekerja sendiri. Padahal saya harus menghadiri beberapa agenda sekaligus dan sudah meminta bantuan melalui disposisi, tetapi tidak ada yang bersedia hadir mewakili," ungkapnya.

Meski demikian, Diky tetap menghadiri peresmian shelter PKL Dadaha sebagai bentuk penghormatan terhadap undangan masyarakat dan komitmennya untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan warga.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena disampaikan secara terbuka di hadapan para pedagang dan masyarakat yang hadir dalam peresmian shelter PKL Dadaha, salah satu program penataan kawasan perdagangan di sekitar Kompleks Olahraga Dadaha.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement