Ikuti Kami :

Disarankan:

Antisipasi Balap Liar di Jalan Letjen Mashudi, Polres Tasikmalaya Kota Terjunkan 70 Personel

Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:32 WIB
Watermark
Antisipasi Balap Liar di Jalan Letjen Mashudi, Polres Tasikmalaya Kota Terjunkan 70 Personel. Foto: Kristian.

Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan setelah sempat dijadikan arena balap liar oleh sekelompok remaja pada awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Aksi yang sempat viral di media sosial pada Jumat (20/2/2026) tersebut akhirnya memicu tindakan tegas dari aparat kepolisian.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, kembali menjadi sorotan setelah sempat dijadikan arena balap liar oleh sekelompok remaja pada awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Aksi yang sempat viral di media sosial pada Jumat (20/2/2026) tersebut akhirnya memicu tindakan tegas dari aparat kepolisian.

Guna memastikan situasi tetap kondusif dan memberikan rasa nyaman bagi warga serta pengendara, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya Kota bersama jajaran Polsek setempat menyiagakan personel dan melakukan patroli penyisiran di sepanjang lokasi pada Sabtu (21/2/2026) sore.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Riki Kustiawan, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin kecolongan lagi. Sebanyak 70 personel diterjunkan khusus untuk memantau titik-titik rawan yang kerap dijadikan lintasan balap liar.

"70 anggota kita terjunkan. Dan Alhamdulillah untuk hari ini tidak terpantau adanya kerumunan anak muda yang akan melakukan balap liar, karena situasi dan kondisi dengan cuaca hujan," kata AKP Riki saat ditemui di lokasi patroli.

Meskipun situasi terkendali karena faktor cuaca, AKP Riki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan represif bagi para pelanggar. Kendaraan yang terbukti tidak sesuai spesifikasi teknis atau menggunakan knalpot brong akan langsung ditindak.

"Tentunya kita akan laksanakan bagi kendaraan tidak sesuai maka akan ditindak dan pelanggaran lain akan diserahkan ke reskrim," tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi para pelaku balap liar, termasuk dengan tidak menonton aksi tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam melaporkan gangguan Kamtibmas sangat diperlukan.

"Kami imbau kepada warga jangan mau menonton hal tersebut. Jika ada yang melakukan aksi balap liar tolong laporkan, karena itu mengganggu Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas," tambah Riki.

Keresahan akibat aksi ugal-ugalan ini turut dirasakan oleh warga sekitar. Budi (50), salah seorang warga, mengaku pusing dengan ulah para remaja yang seolah tidak kapok menjadikan jalan umum sebagai sirkuit dadakan setiap bulan Ramadan tiba.

"Pusing, nyiar-nyiar picilakaeun (cari-cari celaka), mengganggu batur (orang lain). Di sini setiap tahun suka ada balapan kalau bulan puasa," ujar Budi dengan nada kesal.

Ia pun mengapresiasi kehadiran petugas kepolisian di lapangan dan berharap pengamanan terus diperketat agar warga bisa beribadah dengan tenang.

"Kalau ada yang jaga gini jongjon (tenang) yah, kalau ada tolong ditindak biar kapok," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement