2 Kebakaran Lahan Terjadi dalam Semalam di Kota Tasikmalaya, Diduga Akibat Pembakaran Sampah
Kedua peristiwa diduga dipicu oleh pembakaran sampah dan daun kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Disarankan:
Komitmen pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Assalam Peduli melalui kegiatan PEPELING (Penanaman Pepohonan Keliling) yang digelar selama dua hari, 14–15 Februari 2026, di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Komitmen pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan Assalam Peduli melalui kegiatan PEPELING (Penanaman Pepohonan Keliling) yang digelar selama dua hari, 14–15 Februari 2026, di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.
Program penghijauan ini menyasar dua desa, yakni Desa Mekarjaya dan Desa Janggala, dengan total 200 pohon yang ditanam sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hari Pertama, 100 Mahoni Uganda di Desa Mekarjaya
Pada Sabtu (14/2/2026), kegiatan dipusatkan di Desa Mekarjaya. Sebanyak 100 pohon mahoni uganda ditanam di sejumlah titik yang telah dipetakan sebelumnya.
Penanaman melibatkan perangkat desa, relawan, serta warga setempat yang bergotong royong sejak tahap persiapan lahan hingga proses tanam.
Aksi ini difokuskan pada penguatan tutupan lahan guna mengurangi risiko erosi serta meningkatkan daya dukung lingkungan.
Hari Kedua, Tanaman Produktif di Desa Janggala
Keesokan harinya, kegiatan berlanjut di Desa Janggala dengan penanaman 50 pohon cokelat dan 50 pohon perkayuan. Konsep yang diusung tidak hanya sebatas penghijauan, tetapi juga pengembangan perkebunan rakyat.
Selain menjaga kelestarian alam, pohon produktif tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi jangka panjang bagi masyarakat melalui hasil perkebunan.
Ketua komunitas Alen Purnama menegaskan, bahwa PEPELING bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya merawat lingkungan.
“Keberhasilan penghijauan bukan hanya soal jumlah pohon yang ditanam, tetapi bagaimana komitmen bersama dalam menjaga dan merawatnya hingga tumbuh optimal,” ujarnya.
Didukung Pemerintah dan Perhutani
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VI, serta Perhutani KPH Tasikmalaya.
Sinergi antara komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong gerakan penghijauan berkelanjutan di Kabupaten Tasikmalaya.
Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari penyerahan bibit secara simbolis hingga penanaman bersama. Selain aksi nyata, PEPELING juga menjadi sarana edukasi lingkungan tentang pentingnya menjaga hutan dan lahan.
Melalui PEPELING 2026, diharapkan ratusan pohon yang ditanam dapat memberikan manfaat ekologis seperti menjaga ketersediaan air dan mencegah erosi, serta manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Gerakan ini pun diharapkan terus berlanjut dan menginspirasi wilayah lain untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Kedua peristiwa diduga dipicu oleh pembakaran sampah dan daun kering yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Program pelayanan publik ini digelar hari ini, Rabu (12/8/2026), di halaman Samsat Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, mulai pukul 08.30 WIB hingga 14.00 WIB.
Layanan Samsat Keliling (Samling) kembali hadir hari ini, Rabu (12/8/2026), untuk memudahkan masyarakat membayar pajak dan memperpanjang STNK tahunan.