Ikuti Kami :

Disarankan:

Cuaca Ekstrem Terjang Tasikmalaya: BPBD Catat 18 Atap Rumah Rusak dan 2 Pohon Tumbang

Jumat, 06 November 2026 | 20:05 WIB
Cuaca Ekstrem Terjang Tasikmalaya: BPBD Catat 18 Atap Rumah Rusak dan 2 Pohon Tumbang
Cuaca Ekstrem Terjang Tasikmalaya: BPBD Catat 18 Atap Rumah Rusak dan 2 Pohon Tumbang.

BPBD Kota Tasikmalaya catat 18 atap rumah rusak dan 2 pohon tumbang akibat diterjang hujan angin di Indihiang, Cipedes, dan Bungursari, Jumat (6/11/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 18 atap rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang cuaca ekstrem berupa hujan deras yang diiringi angin kencang pada Jumat (6/11/2026) sore hingga malam.

Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 18.35 WIB, jumlah bangunan rumah yang terdampak kerusakan akibat terangan angin kencang tersebut terus bertambah seiring masuknya laporan dari warga.

"Hingga pulul 18.35 WIB, ada 18 atap rumah yang rusak yang kita terima laporan dari warga akibat cuaca ekstrem ini," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, saat ditemui di lokasi penanganan di Kecamatan Cipedes, Jumat malam.

Budi menjelaskan, sebaran kerusakan rumah warga tersebut tersebar di tiga wilayah kecamatan berbeda. Kendati demikian, porsi kerusakan terbanyak terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Indihiang.

"Ada beberapa daerah seperti Indihiang, Bungursari dan Cipedes disana ada beberapa lokasi, semoga tidak bertambah gangguan cuaca. Paling banyak di Kampung Ciroyom Indihiang," ucapnya.

Menerima laporan dari lapangan, BPBD Kota Tasikmalaya langsung menerjunkan tim respons cepat yang dibagi ke beberapa titik lokasi untuk melakukan penanganan serta pembersihan material. Pihaknya mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam rangkaian insiden tersebut.

"Sampai saat ini baru kerusakan di atap dan genteng rumah, kita bertahan melakukan assessment, kita rekap datanya seperti apa penangananya unit apa kebutuhan dasar saja," jelas Budi.

Dua Pohon Tumbang dan Imbauan Kewaspadaan Menjelang Puncak Musim Hujan

Selain merusakkan belasan atap rumah warga, dampak terangan cuaca ekstrem juga memicu insiden pohon tumbang di dua titik lokasi terpisah.

"Pohon ada dua lokasi kaitannya sama dekat rumah," bebernya.

Mengingat prediksi dinamika cuaca ke depan, Budi mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan tinggi diprakirakan baru akan berlangsung pada Januari hingga Februari mendatang.

"Untuk masyarakat memang ini belum masuk ekstremnya, tapi hujan sudah kencang, ada beberapa lokasi, jadi dari BMKG curah hujan di Januari dan Februari dan meminta warga bisa memangkas pohon yang sekira berbahaya terhadap ke rumah dan tidak berkegiatan di bantaran kali," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin