Ikuti Kami :

Disarankan:

Dicekoki Miras hingga Tak Sadar, Siswa SMA di Kota Banjar Digilir 6 Temannya

Senin, 03 November 2025 | 10:52 WIB
Dicekoki Miras hingga Tak Sadar, Siswa SMA di Kota Banjar Digilir 6 Temannya
Dicekoki Miras hingga Tak Sadar, Siswa SMA di Kota Banjar Digilir 6 Temannya. Foto: Ilustrasi/Istimewa

Remaja tersebut diduga menjadi korban rudapaksa oleh enam teman dekatnya sendiri, setelah sebelumnya dicekoki minuman keras (miras).

Disclaimer: Artikel ini memuat informasi yang mengandung unsur tindakan asusila atau pencabulan. Konten ditujukan untuk tujuan pemberitaan dan edukasi. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menjadi korban kekerasan seksual, segera hubungi lembaga perlindungan atau layanan profesional terkait. Anda tidak sendiri, bantuan tersedia.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Nasib tragis menimpa seorang siswi SMA di Kota Banjar, Jawa Barat, sebut saja Bunga, (bukan nama sebenarnya). Remaja tersebut diduga menjadi korban rudapaksa oleh enam teman dekatnya sendiri, setelah sebelumnya dicekoki minuman keras (miras). 

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Banjar, Iptu Heru Samsul Bahri, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana tersebut. Ia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada 7 Oktober 2025 di salah satu rumah pelaku yang berada di wilayah Kota Banjar.

“Korban awalnya diajak ke rumah salah satu pelaku. Di sana korban diberi miras hingga dalam kondisi tidak sadar. Setelah itu, korban diduga dirudapaksa secara bergiliran oleh enam orang,” ujar Heru, Senin (3/11/2025).

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban menemukan percakapan mencurigakan di ponsel anaknya. Dalam isi pesan tersebut, korban sempat membahas soal alat tes kehamilan (test pack), yang akhirnya memicu kekhawatiran orang tuanya.

“Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Banjar pada 23 Oktober 2025,” tambah Heru.

Dari hasil penyelidikan awal, enam terduga pelaku diketahui masih berstatus pelajar SMA dan tinggal di wilayah Kota Banjar. Mereka bahkan bersekolah di tempat yang sama dengan korban.

Pihak kepolisian telah mengantongi identitas seluruh terduga pelaku dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan motif kejadian.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku,” pungkas Heru.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pelajar di bawah umur dan menunjukkan adanya peredaran miras di kalangan remaja. Polisi menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement