Ikuti Kami :

Disarankan:

Diky Candra Dukung Bandara Wiriadinata Dibuka: Potensi Wisata Besar, Tapi Jangan Bebankan ASN

Sabtu, 28 Februari 2026 | 19:01 WIB
Diky Candra Dukung Bandara Wiriadinata Dibuka: Potensi Wisata Besar, Tapi Jangan Bebankan ASN
Diky Candra Dukung Bandara Wiriadinata Dibuka: Potensi Wisata Besar, Tapi Jangan Bebankan ASN. Foto: Kristian.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus mematangkan rencana untuk membuka kembali layanan penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata. Langkah serius ini dibuktikan dengan rangkaian audiensi strategis yang dilakukan jajaran pemerintah daerah ke pusat.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus mematangkan rencana untuk membuka kembali layanan penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata. Langkah serius ini dibuktikan dengan rangkaian audiensi strategis yang dilakukan jajaran pemerintah daerah ke pusat.

Baru-baru ini, Pemkot Tasikmalaya telah melakukan audiensi langsung dengan manajemen maskapai Citilink di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Tak berhenti di situ, konsultasi berlanjut ke Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jakarta guna membahas aspek regulasi dan dukungan anggaran.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyambut positif upaya tersebut. Menurutnya, beroperasinya kembali Bandara Wiriadinata akan memberikan dampak domino yang besar bagi kemajuan wilayah Priangan Timur.

"Kalau bandara dibuka, harus disertai dengan banyak hal, salah satunya kerja sama G to G (antar pemerintah) dengan beberapa daerah. Sebab, keberadaan bandara ini bukan hanya untuk warga Kota Tasikmalaya saja, melainkan untuk seluruh masyarakat di Priangan Timur," ujar Diky melalui pesan singkat, Sabtu (28/2/2026).

Diky memproyeksikan bahwa aktifnya jalur udara akan mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi secara signifikan. Ia membayangkan Bandara Wiriadinata menjadi hub transportasi yang memudahkan wisatawan menuju Kabupaten Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, hingga Garut.

"Manfaatnya banyak ke depan. Kita harus segera berpikir, mudah-mudahan bisa menjadi terminal agro juga. Untuk jangka pendek, menengah, dan panjang, ini sangat memberikan dampak positif," tambahnya.

Meski mendukung penuh, Diky memberikan catatan kritis terkait keberlanjutan keterisian penumpang (load factor). Ia berharap pemerintah tidak menggunakan pola lama dengan "mewajibkan" ASN mengisi kursi pesawat demi menjaga operasional maskapai.

"Harapan saya, jangan mengandalkan ASN terus penumpangnya. Kita harus mempunyai kepercayaan diri yang kuat bahwa warga Tasik dan Priangan Timur memang membutuhkan layanan ini. Jika memang dibutuhkan, pasar akan terbentuk dengan sendirinya," tegas Diky.

Ia pun menyoroti aspek efisiensi anggaran daerah yang saat ini menjadi prioritas. "Kalau terus-menerus mengandalkan ASN, sampai kapan bisa bertahan dengan kondisi efisiensi seperti sekarang?" pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement