TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ratusan warga Desa Sukasukur, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar salat istisqa atau salat meminta hujan di area persawahan, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai ikhtiar bersama di tengah kondisi kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih dalam beberapa bulan terakhir.
Salat sunnah tersebut diikuti warga dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. Persawahan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan agar masyarakat dapat melihat langsung kondisi lahan pertanian yang terdampak kekeringan.
Ketua MUI Desa Sukasukur, KH Undang Harun, mengatakan salat istisqa digelar sebagai bentuk doa dan harapan agar hujan segera turun untuk mengakhiri krisis air yang dialami masyarakat.
“Sudah beberapa bulan masyarakat mengalami kesulitan air. Karena itu, kita bersama-sama melaksanakan salat istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” ujar KH Undang Harun.
Menurutnya, kekeringan yang terjadi tidak hanya berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga mulai mengganggu sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar warga.
“Air sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga pertanian. Ketika pasokan air berkurang, tentu masyarakat merasakan dampaknya,” katanya.
KH Undang menjelaskan, pemilihan lokasi di area persawahan juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya air dan lingkungan.
“Jangan sampai ketika air masih ada kita tidak menjaga. Sekarang ketika air mulai sulit, kita baru merasakan betapa pentingnya air bagi kehidupan,” tegasnya.
Selain mengajak warga berdoa, ia juga mengingatkan pentingnya menghemat penggunaan air di tengah kondisi kemarau. Warga yang memiliki akses air lebih baik pun diimbau untuk membantu tetangga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kalau ada warga yang membutuhkan bantuan air dan kita masih bisa membantu, marilah kita bantu. Dalam keadaan seperti ini, gotong royong sangat penting,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, KH Undang juga mengajak masyarakat untuk bermuhasabah, memperbanyak istigfar, dan meningkatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi musibah kekeringan.
“Kita memohon agar hujan segera turun dengan membawa keberkahan. Mudah-mudahan sumber air kembali terisi, sawah mendapatkan air, dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan,” pungkasnya.
Warga berharap hujan segera turun agar kebutuhan air bersih kembali terpenuhi dan aktivitas pertanian dapat berjalan normal setelah beberapa bulan terdampak musim kemarau.