Ikuti Kami :

Disarankan:

Dua Anggota Polisi Korban Pembacokan Sempat Dirawat di IGD RS Banjar Patroman, Kondisi Stabil Saat Dirujuk

Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:32 WIB
Dua Anggota Polisi Korban Pembacokan Sempat Dirawat di IGD RS Banjar Patroman, Kondisi Stabil Saat Dirujuk
Manager SDM, Umum, Humas, dan Marketing Rumah Sakit Banjar Patroman, Asep Halim. Foto: Sukirman.

Dua anggota polisi korban pembacokan di Ciamis sempat mendapat perawatan darurat di IGD RS Banjar Patroman, Rabu (21/10/2026), sebelum dirujuk ke RS Ciamis dalam kondisi stabil.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Dua anggota kepolisian yang menjadi korban sabetan senjata tajam saat proses evakuasi di Banjaranyar Ciamis sempat mendapatkan penanganan medis intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Banjar Patroman (RSBP). Kedua korban mengalami luka sabetan di sejumlah bagian tubuh, termasuk area kepala dan tangan.

Manager SDM, Umum, Humas, dan Marketing Rumah Sakit Banjar Patroman, Asep Halim, mengonfirmasi bahwa kedua personel kepolisian tersebut tiba di IGD sekitar pukul 06.00 WIB. Pihak medis dan tim perawat langsung melakukan tindakan pertolongan pertama serta observasi ketat terhadap kondisi fisik kedua pasien.

“Dari informasi yang kami terima, ada luka di beberapa bagian tubuhnya, di kepala dan tangan kalau tidak salah. Petugas medis dan keperawatan sudah melakukan penanganan terhadap bagian tubuh yang mengalami luka,” ujar Asep pada Rabu (21/10/2026).

Pertolongan Awal dan Pengalihan Perawatan ke Rumah Sakit Ciamis

Asep menjelaskan, kedua polisi korban penganiayaan tersebut menjalani perawatan darurat serta observasi medis selama kurang lebih enam hingga tujuh jam di ruang IGD RS Banjar Patroman.

Setelah kondisinya dinyatakan aman dan terkendali, kedua pasien kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Ciamis yang telah terikat kerja sama dengan faskes asuransi yang digunakan oleh para korban.

Penyelenggara rumah sakit menegaskan bahwa pengalihan rujukan perawatan ini dilakukan murni atas permintaan resmi dari pihak keluarga korban dan jajaran kedinasan institusi tempat kedua anggota polisi tersebut bertugas.

“Penanganan di rumah sakit kami sifatnya pertolongan awal dan observasi. Selanjutnya, atas permintaan pihak keluarga dan institusinya, pasien dialihrawatkan ke rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan asuransi tersebut,” kata Asep.

Pihak RS Banjar Patroman memastikan bahwa sebelum proses pemindahan dilakukan, kondisi umum kedua anggota polisi tersebut telah berada dalam keadaan stabil dan menunjukkan perkembangan kesehatan yang positif usai penanganan darurat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin