Ikuti Kami :

Disarankan:

Dua Hari Tak Terlihat, Seorang ASN di Ciamis Ditemukan Meninggal di Dalam Kamarnya

Rabu, 01 Juli 2026 | 20:59 WIB
Watermark
Dua Hari Tak Terlihat, Seorang ASN di Ciamis Ditemukan Meninggal di Dalam Kamarnya. Foto: Febrian Libelvalen.

Seorang pria berusia 55 tahun yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya di Lingkungan Karang Okas, Kelurahan Ciamis, Rabu (1/7/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Seorang pria berusia sekitar 55 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Lingkungan Karang Okas, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, pada Rabu (1/7/2026). Korban yang diketahui berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut diduga kuat mengembuskan napas terakhir akibat penyakit yang dideritanya.

Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan warga setempat lantaran korban sudah dua hari tidak terlihat beraktivitas di sekitar rumahnya. Informasi tersebut kemudian segera diteruskan oleh pengurus lingkungan kepada pihak kepolisian.

Pamapta III Polres Ciamis, Ipda Andri Andriana, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian bersama Tim Identifikasi (Inafis) dan piket Reserse Kriminal (Reskrim) setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Saya mendapat informasi dari warga bahwa ada penemuan orang meninggal dunia di daerah sekitar Ciamis, dekat stadion. Kami kemudian mendatangi TKP bersama piket Inafis dan piket Reskrim. Di lokasi benar ditemukan seorang laki-laki telah meninggal dunia. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit," ujar Andri.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Ciamis untuk penanganan dan visum medis lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban terakhir kali terlihat oleh tetangga pada Senin (29/6/2026) pagi. Namun sejak Senin sore hingga Rabu siang, korban sama sekali tidak keluar rumah hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

"Menurut informasi warga, Senin pagi korban masih terlihat di sekitar rumah. Setelah itu tidak terlihat lagi sampai akhirnya hari ini ditemukan sudah meninggal dunia," kata Andri.

Saat pertama kali ditemukan, korban berada di dalam kamar dengan posisi terlentang di atas tempat tidur. Lantaran rumah dalam keadaan terkunci rapat dari dalam, petugas bersama keluarga terpaksa membuka pintu utama menggunakan kunci cadangan yang dipegang oleh mantan istri korban.

"Pintu rumah terkunci dari dalam. Kemudian dibuka menggunakan kunci yang dipegang mantan istrinya sehingga kami bisa masuk ke dalam kamar," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan luar fisik, polisi memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Di dalam rumah tersebut, petugas justru mendapati sejumlah obat-obatan yang diduga kuat merupakan resep dari dokter.

"Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, di sekitar dapur dan kamar ditemukan obat-obatan. Informasinya dari warga, obat tersebut merupakan obat dari dokter karena korban memang sering menjalani rawat jalan," ungkap Andri.

Korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke ringan sejak tahun 2021 serta mengidap penyakit jantung. Selama ini, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut pascabercerai dengan istrinya, sedangkan anaknya menetap di Tasikmalaya.

Ketua RT setempat, Karmin, membenarkan bahwa warga mulai merasa cemas karena korban tidak menampakkan diri selama dua hari berturut-turut.

"Sudah dua hari tidak kelihatan keluar rumah. Saya sedang berjualan, lalu mendapat telepon ada kejadian ini. Saat pintu dibuka menggunakan kunci cadangan, korban ditemukan dalam posisi sedang tidur," ujar Karmin.

Ia menambahkan, selama ini korban dikenal sebagai sosok ASN yang baik dan tidak menunjukkan hal-hal mencurigakan sebelum insiden ini terjadi.

"Tidak ada kejanggalan. Korban memang punya riwayat penyakit jantung dan stroke," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi pemeriksaan medis dari RSUD Ciamis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement