CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Kepolisian Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di sektor pangan. Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dukungan itu diwujudkan melalui keterlibatan langsung jajaran Polres Ciamis dalam pengawasan sekaligus pendampingan pertanian masyarakat, sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada dan ketahanan pangan daerah.
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Panen Raya Jagung di lahan pertanian PTPN I Region II Batulawang yang dikelola bersama Kelompok Tani Cipta Mukti. Panen dipimpin Wakapolres Ciamis Kompol Sujana, S.Pd., didampingi pejabat utama Polres Ciamis serta jajaran Polsek. Kegiatan berlangsung di Blok Ekes, Dusun Sukaratu, Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Rabu (17/12/2025).
Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., melalui Kompol Sujana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari manajemen PTPN, unsur Forkopimcam, Dinas Pertanian, aparat desa, hingga para petani. Panen raya ini dilakukan di lahan seluas dua hektare dari total 10 hektare area yang dikelola di wilayah PTPN I Region II Batulawang.
“Panen hari ini kita berhasil memperoleh 14 ton jagung. Sisanya akan dilakukan secara bertahap pada area lahan 10 hektar,” ujar Kompol Sujana.
Ia menegaskan, panen raya tersebut merupakan bagian dari langkah konkret Polri dalam mendukung kebijakan nasional swasembada pangan.
“Panen raya ini merupakan bagian dari upaya Polri mendukung program pemerintah dalam swasembada pangan. Maka dari itu kita mulai dari menjadikan Kabupaten Ciamis sebagai daerah ketahanan pangan yang kuat dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” katanya.
Menariknya, lahan yang kini produktif tersebut sebelumnya belum pernah ditanami jagung. Melalui bimbingan dan pendampingan berkelanjutan dari jajaran Polsek, Dinas Pertanian, serta aparat desa, para petani berhasil mengembangkan budidaya jagung hibrida dengan hasil yang signifikan.
“Program ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat keamanan, BUMN, dan masyarakat tani. Dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para petani semakin percaya diri dan mampu meningkatkan hasil serta kualitas panen,” tutur Kompol Sujana.
Hasil panen jagung dari program tersebut direncanakan akan diserap oleh Bulog. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan jagung, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak, sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tandasnya.