TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Menghadapi lonjakan signifikan arus mudik pada H-3 Lebaran 2026, Polres Tasikmalaya Kota terpaksa memberlakukan diskresi kepolisian berupa sistem satu arah (one way) sebanyak dua kali di Jalur Lingkar Gentong, Rabu (18/3/2026). Langkah ini diambil untuk mengurai antrean panjang kendaraan yang datang dari arah Bandung menuju Tasikmalaya.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini dilakukan secara situasional mengikuti dinamika kepadatan di lapangan. One way pertama diberlakukan pada pukul 15.30 WIB, disusul gelombang kedua pada pukul 17.30 WIB.
"Terjadi kepadatan arus antrean kendaraan sampai di Gentong Bawah, sehingga kami memberlakukan one way sebanyak dua kali untuk menarik kendaraan dari wilayah tersebut hingga ke daerah Ciawi," ujar AKBP Andi saat ditemui di Pos Terpadu Techno Park Ciawi.
Dalam penerapannya, petugas menarik arus kendaraan dari kawasan Gentong Bawah menuju Simpang Tiga Sukamantri, Ciawi. Selama proses ini berlangsung, arus kendaraan dari arah Tasikmalaya (Timur) menuju Bandung (Barat) ditutup sementara guna memberikan prioritas bagi ribuan pemudik yang masuk ke wilayah Priangan Timur.
Andi mengungkapkan bahwa durasi one way yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit dengan jarak tempuh 8 kilometer tersebut terbukti sangat efektif.
"Ini sangat membantu. Bisa dilihat setelah kita melakukan one way sampai mendekati waktu buka puasa, arus lalu lintas sudah kembali lancar," ungkapnya.
Meski kondisi sempat melandai saat petang, Kapolres memprediksi volume kendaraan akan kembali mengalami peningkatan hingga malam hari. Namun, ia menegaskan bahwa pemberlakuan rekayasa lalu lintas lanjutan tetap bersifat situasional.
"Untuk one way berikutnya, kami melihat situasi dan kondisi kepadatan. Parameternya adalah ketika antrean kendaraan dari arah barat ke timur sudah mencapai 2 kilometer, kami akan segera bersiaga untuk menarik arus kembali," jelas Andi.
Mengingat kecepatan kendaraan pemudik sangat tinggi saat jalur dibuka satu arah, AKBP Andi memberikan imbauan keras kepada masyarakat dan pengendara untuk tetap mematuhi aturan petugas di lapangan.
"Langkah ini demi kemanusiaan dan keselamatan bersama. Kami imbau masyarakat untuk patuh dan tidak melanggar jalur karena kecepatan kendaraan saat one way sangat tinggi dan berisiko jika ada yang memotong arus," pungkasnya.
Hingga saat ini, koordinasi intensif dengan Polres tetangga terus dilakukan untuk memastikan sinkronisasi arus kendaraan di sepanjang Jalur Arteri Selatan Jawa Barat.