Ikuti Kami :

Disarankan:

Gandeng Perusahaan asal Korsel, Perumdam Tirta Anom Kota Banjar Raih Hibah Investasi Rp15 Miliar

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Gandeng Perusahaan asal Korsel, Perumdam Tirta Anom Kota Banjar Raih Hibah Investasi Rp15 Miliar
Gandeng Perusahaan asal Korsel, Perumdam Tirta Anom Kota Banjar Raih Hibah Investasi Rp15 Miliar.

Perumdam Tirta Anom Kota Banjar menjalin kerja sama teknologi pendeteksi kebocoran air dengan perusahaan Korea Selatan, WE Plate Co., Ltd., senilai hibah Rp15 miliar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam menggenjot mutu pelayanan publik. Terbaru, Perumdam Tirta Anom resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Korea Selatan, WE Plate Co., Ltd., yang didampingi oleh PT Supra Internasional Indonesia.

Langkah kolaborasi internasional ini menjadi babak baru dalam pengembangan sistem pengelolaan air bersih di Kota Banjar, sekaligus mendatangkan investasi dalam bentuk hibah yang nilainya mencapai Rp15 miliar.

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya menghadirkan dukungan teknologi canggih, melainkan juga menjadi momentum krusial untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas distribusi air bersih bagi warga Kota Banjar.

"Perumdam Tirta Anom Kota Banjar bekerja sama dengan perusahaan asal Korea, WE Plate Co., Ltd., yang didampingi PT Supra Internasional Indonesia. Kerja sama penerapan teknologi ini difokuskan untuk mengatasi kebocoran air, sekaligus mendatangkan investasi hibah bernilai sekitar Rp15 miliar bagi Perumdam Tirta Anom," ujar Sudarsono, Senin (3/8/2026).

Sudarsono mengungkapkan, kolaborasi ini merupakan proyek percontohan (pilot project) pertama di Indonesia yang melibatkan penyedia air minum daerah dengan perusahaan Korea Selatan dalam implementasi teknologi pendeteksi kebocoran jaringan air.

"Teknologi canggih ini nantinya dipasang pada sistem distribusi air sehingga titik-titik kebocoran dapat dideteksi jauh lebih cepat untuk segera diperbaiki. Ini adalah kerja sama pertama di Indonesia dengan pihak Korea untuk penerapan teknologi pendeteksi kebocoran jaringan," jelasnya.

Lebih lanjut, Sudarsono memaparkan bahwa kerja sama tersebut menerapkan skema bagi hasil (revenue sharing) dari nilai efisiensi yang didapat atas penurunan tingkat kebocoran air. Komposisi bagi hasil disepakati sebesar 70 persen untuk Perumdam Tirta Anom dan 30 persen untuk pihak perusahaan mitra asal Korea Selatan.

Sementara itu, Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menyambut positif akselerasi kerja sama internasional ini. Menurutnya, adopsi teknologi modern menjadi peluang emas bagi perusahaan untuk meningkatkan performa operasional sekaligus menjaga kesinambungan pasokan air bersih.

"Kerja sama ini kami dorong prosesnya agar lebih cepat karena target utama kami adalah efisiensi pemanfaatan air. Melalui sistem pendeteksian canggih ini, angka kehilangan air (non-revenue water) akibat kebocoran dapat kita tekan secara signifikan," ungkap Fitrah.

Lewat kolaborasi berskala internasional ini, Perumdam Tirta Anom Kota Banjar optimistis dapat melakukan transformasi layanan secara menyeluruh, meningkatkan indeks kepuasan pelanggan, serta memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di masa mendatang.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement