OJK Tasikmalaya: Sektor Jasa Keuangan Priangan Timur Stabil, Kredit Tembus Rp58,19 Triliun
OJK Tasikmalaya menyatakan sektor jasa keuangan di wilayah Priangan Timur tetap stabil dan terjaga hingga Juni 2026.
Disarankan:
Mahasiswa KKN STHG Posko Desa Cikapinis mendorong Goa Cikapinis di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, dikembangkan menjadi destinasi wisata alam baru.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Potensi wisata alam di Desa Cikapinis, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, mulai mendapat perhatian lebih serius. Sebuah goa yang memiliki aliran sungai di dalamnya didorong untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di wilayah Tasikmalaya Selatan.
Gagasan tersebut disampaikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Posko Desa Cikapinis saat melakukan audiensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaparkan sejumlah potensi alam Desa Cikapinis, salah satunya keberadaan goa yang dialiri sungai. Keunikan tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri dan berpeluang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang dapat dikembangkan di Kecamatan Karangnunggal.
Ketua Kelompok KKN STHG Posko Desa Cikapinis, Revalino, mengatakan selama ini potensi goa tersebut baru mendapat perhatian dari pemerintah desa. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dapat ikut melihat dan mengkaji potensi tersebut secara lebih luas.
"Selama ini hanya dapat perhatian desa. Ke depan harus diperhatikan Pemkab Tasikmalaya," kata Revalino.
Menurutnya, keberadaan goa tidak seharusnya hanya dipandang sebagai aset alam milik desa. Dengan perencanaan yang tepat, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Goa dengan Aliran Sungai Jadi Daya Tarik
Mahasiswa KKN STHG lainnya, Dede Sukmajaya, menjelaskan pengembangan destinasi wisata tidak harus dilakukan secara terburu-buru.
Tahap awal, kata dia, dapat dimulai dengan melakukan kajian potensi dan pemetaan kawasan. Selain itu, aspek keselamatan pengunjung, aksesibilitas, kelestarian lingkungan hingga pola pengelolaan juga perlu diperhitungkan sejak awal.
Keberadaan sungai yang mengalir di dalam goa dinilai menjadi salah satu keunikan yang bisa ditawarkan Kabupaten Tasikmalaya, khususnya kawasan Tasikmalaya Selatan.
"Pengembangan objek wisata tidak harus dilakukan secara instan. Yang terpenting diawali dengan kajian dan perencanaan yang matang," ujar Dede.
Menurutnya, jika nantinya dinilai layak, pengembangan Goa Cikapinis dapat dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sekitar. Hal tersebut sekaligus membuka peluang munculnya aktivitas ekonomi baru seperti usaha kuliner, jasa pemandu wisata, produk UMKM maupun sektor ekonomi pendukung lainnya.
Pembangunan Jalan Perlu Diikuti Pengembangan Destinasi
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa KKN STHG juga menyoroti pembangunan infrastruktur di kawasan Tasikmalaya Selatan yang selama ini salah satunya diarahkan pada peningkatan kualitas jalan.
Mereka menilai pembangunan infrastruktur jalan memang penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Namun, peningkatan akses tersebut idealnya dibarengi dengan pengembangan destinasi wisata di sepanjang jalur yang dilalui masyarakat.
Mahasiswa berpandangan, jangan sampai pembangunan jalan hanya membuat perjalanan wisatawan dari Tasikmalaya menuju daerah tujuan lain, seperti Pangandaran, menjadi semakin cepat tanpa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah yang dilewati.
Sebaliknya, keberadaan destinasi wisata yang menarik di sepanjang jalur dapat membuat wisatawan memiliki alasan untuk berhenti, berkunjung dan membelanjakan uangnya di daerah tersebut.
Dengan konsep tersebut, pembangunan infrastruktur dan sektor pariwisata dapat saling mendukung. Jalan menjadi sarana utama untuk membuka akses, sementara destinasi wisata menjadi magnet yang mendorong wisatawan singgah dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Berpeluang Masuk Kajian APBD 2027
Audiensi mahasiswa KKN STHG tersebut diterima langsung Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Syaefullah, bersama Kepala Bidang Pariwisata, Taufik.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Desa Cikapinis, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), unsur Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Cikapinis, serta unsur STHG yang turut mendampingi mahasiswa, yakni Dosen Pendamping KKN Danto Herdianto dan Wakil Ketua III STHG Nurjani.
Dari audiensi tersebut muncul kesepahaman bahwa potensi Goa Cikapinis perlu mendapatkan perhatian dan penataan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Potensi tersebut juga dapat menjadi bahan kajian untuk melihat kemungkinan dukungan pembiayaan melalui APBD Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2027.
Namun, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Syaefullah, menegaskan bahwa dukungan anggaran harus didahului dengan proses perencanaan dan kajian yang memadai.
"Tentunya perlu didahului dengan proses perencanaan dan kajian yang memadai, termasuk mengenai kelayakan destinasi, status dan penguasaan lahan, kondisi lingkungan, keselamatan pengunjung, akses menuju lokasi, sarana-prasarana, serta pola pengelolaan," kata Asep.
Pengembangan Wisata Harus Berkelanjutan
Sementara itu, Kabid Pariwisata Kabupaten Tasikmalaya, Taufik, membenarkan bahwa pengembangan potensi wisata daerah memiliki dasar hukum yang kuat.
Ia menyebut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan yang telah mengalami perubahan melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 mengatur berbagai aspek penyelenggaraan kepariwisataan, termasuk pembangunan destinasi, daya tarik wisata, pariwisata berbasis masyarakat lokal serta kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah.
Menurut Taufik, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan. Aspek keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat juga harus menjadi bagian penting dalam pengembangannya.
"Ya pembangunan pariwisata tidak semata-mata berkaitan dengan mendatangkan wisatawan, tetapi juga mencakup pembangunan yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha di sekitar destinasi serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung," tuturnya.
Ia memastikan aspirasi yang disampaikan mahasiswa KKN STHG tersebut akan dibawa ke forum dinas untuk dibahas lebih lanjut.
Jika kajian menunjukkan Goa Cikapinis layak dikembangkan, potensi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif destinasi wisata alam baru di Karangnunggal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Cikapinis dan kawasan Tasikmalaya Selatan.
OJK Tasikmalaya menyatakan sektor jasa keuangan di wilayah Priangan Timur tetap stabil dan terjaga hingga Juni 2026.
Jadwal sholat hari ini di Kabupaten Tasikmalaya dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.
Jadwal sholat hari ini di Kota Tasikmalaya dapat menjadi rujukan bagi umat Islam untuk menunaikan kewajiban sholat fardhu lima waktu.