Ikuti Kami :

Disarankan:

Hambat Aliran Air, Tiga Beton di Sungai Cibadodon Tuguraja Tasikmalaya Dibongkar

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:34 WIB
Hambat Aliran Air, Tiga Beton di Sungai Cibadodon Tuguraja Tasikmalaya Dibongkar
Hambat Aliran Air, Tiga Beton di Sungai Cibadodon Tuguraja Tasikmalaya Dibongkar.

Sejumlah beton yang melintang di Saluran Air Cibadodon, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dibongkar pada Selasa (10/3/2026). Pembongkaran dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD Kota Tasikmalaya, Dinas PUTR, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Sejumlah beton yang melintang di Saluran Air Cibadodon, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dibongkar pada Selasa (10/3/2026). Pembongkaran dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD Kota Tasikmalaya, Dinas PUTR, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Tindakan tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan warga setempat yang selama ini kerap mengalami luapan air ke permukiman dan badan jalan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Koordinator Lapangan (Korlap) Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, mengatakan hasil penelusuran tim menemukan adanya beberapa beton yang melintang di saluran air sehingga menyebabkan pendangkalan dan menghambat aliran air.

"Hasil dari penelusuran kita memang ada beberapa beton yang melintang di sungai. Jadi informasi dari pihak SDA PUTD juga pada saat melakukan normalisasi terjadi pendangkalan," kata Harisman.

Menurut Harisman, pembongkaran dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama warga, pengurus lingkungan setempat, RT dan RW, serta disaksikan pihak kelurahan.

"Disepakati bahwa beton yang tiga itu kita bongkar. Termasuk juga tadi ada pemintaan dari warga minta bahwa ada semacam jembatan kecil lah pipa dan itu sudah tidak terpakai ada jembatan minta dibongkar, dan kita juga bongkar," jelasnya.

Selain melakukan pembongkaran, Harisman juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya.

"Memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG yang ada kiriman data per 3 hari atau peringatan ini memang Kota Tasik masih dalam level waspada setiap ada informasi paling tidak Kota Tasik ada di level waspada," ujarnya.

Ia meminta warga yang tinggal di daerah rawan genangan atau di sekitar aliran sungai untuk terus memantau kondisi cuaca dan lingkungan sekitar.

"Diimbau masyarakat yang mungkin dekat dengan apa sungai ini juga di daerah-daerag yang biasa rawan genangan itu untuk selalu waspada," pintanya.

Harisman juga mengingatkan para pengguna jalan agar segera mengambil langkah antisipatif apabila terdapat tanda-tanda cuaca ekstrem.

"Para pengguna jalan juga untuk memperhatikan sekiranya sudag ada tanda-tanda misalnya tiba-tiba terjadi awan gelap gumpalan awan ya itu sudah bisa langsung mengambil tindakan untuk mencari tempat yang aman," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement