JAKARTA, NewsTasikmalaya.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keamanan nasional merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Menurutnya, keamanan bukan sekadar kondisi yang bebas dari tindak kriminalitas, tetapi juga harus mampu menciptakan rasa aman bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai aktivitas kehidupan.
Melansir laman setpres.go.id, Jumat (3/7/2026) pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026).
Dalam amanatnya, Presiden menekankan bahwa keamanan yang terjaga akan memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari petani yang dapat mengolah lahan dengan tenang, nelayan yang berani melaut, pelaku usaha yang percaya diri berinvestasi, hingga para pelajar dan tenaga pendidik yang dapat menjalankan aktivitas tanpa rasa khawatir.
"Keamanan harus dirasakan oleh seluruh rakyat. Ketika masyarakat merasa aman, maka roda perekonomian, pendidikan, hingga kehidupan sosial dapat berjalan dengan baik," ujar Presiden.
Stabilitas Nasional Jadi Modal Indonesia Maju
Presiden Prabowo mengaku bersyukur karena kondisi keamanan nasional hingga saat ini tetap terjaga dengan baik. Menurutnya, stabilitas tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan sekaligus mewujudkan cita-cita menjadi negara yang lebih maju.
Ia meyakini Indonesia memiliki kekuatan besar untuk terus berkembang meskipun berbagai tantangan dan hambatan kerap muncul, baik dari dalam maupun luar negeri.
Presiden menegaskan bahwa bangsa Indonesia memiliki sumber daya dan potensi yang sangat besar sehingga optimisme terhadap masa depan bangsa harus terus dipelihara.
Apresiasi Sinergi Polri dan Seluruh Pemangku Kepentingan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dinilai berhasil menjaga stabilitas keamanan melalui kerja sama yang solid dengan TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta berbagai elemen lainnya.
Menurut Presiden, sinergi yang terbangun selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam pengamanan berbagai agenda nasional dan pelayanan publik.
Keberhasilan tersebut, lanjutnya, memungkinkan jutaan masyarakat melakukan perjalanan dengan aman pada berbagai momentum penting, sekaligus membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi dan melayani rakyatnya," katanya.
Ancaman Keamanan Semakin Kompleks
Meski mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa tantangan keamanan ke depan akan semakin berat dan kompleks.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat, perubahan situasi geopolitik global, hingga munculnya berbagai bentuk kejahatan baru menuntut aparat keamanan untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan kondisi yang terus berubah.
Menurut Presiden, teknologi yang memberikan banyak manfaat juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindakan kejahatan sehingga diperlukan strategi dan pola kerja yang lebih modern.
Narkoba, Judi Online hingga Korupsi Jadi Ancaman Serius
Dalam pidatonya, Presiden secara khusus menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi ancaman serius bagi bangsa. Di antaranya peredaran narkotika, praktik judi online, perdagangan manusia, kejahatan siber, terorisme, korupsi, hingga berbagai aktivitas ekonomi ilegal.
Selain itu, Presiden juga menyinggung praktik penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, serta kejahatan kerah putih yang dinilai memberikan kerugian besar bagi negara dan masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan tersebut.
Jangan Cepat Puas dengan Prestasi
Presiden Prabowo turut mengapresiasi keberhasilan Polri dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi daring bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, serta menjaga Indonesia tetap bebas dari aksi terorisme dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan agar seluruh aparat tidak terlena oleh berbagai pencapaian yang telah diraih.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi karena tantangan ke depan akan semakin berat.
"Prestasi yang diraih patut diapresiasi, tetapi jangan sampai membuat kita lengah. Tantangan yang dihadapi bangsa masih sangat besar," tegasnya.
Kemiskinan dan Korupsi Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Presiden juga menyoroti masih adanya masyarakat yang hidup dalam kondisi sulit. Ia menilai persoalan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai kegiatan ekonomi ilegal yang selama ini merugikan negara.
Karena itu, Presiden mengajak seluruh aparat negara untuk terus memperkuat komitmen dalam memberantas berbagai bentuk pelanggaran hukum demi menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Dengan tantangan yang semakin kompleks, Presiden berharap Polri dan seluruh unsur bangsa terus memperkuat sinergi demi menjaga stabilitas nasional sebagai fondasi utama pembangunan Indonesia.