TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Tradisi ngabuburit mewarnai hari pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kota Tasikmalaya. Sejumlah titik jalan protokol mulai dipadati warga yang ingin menghabiskan waktu menunggu saat berbuka puasa, Kamis (19/2/2026) sore.
Salah satu lokasi yang menjadi magnet utama warga adalah kawasan Jembatan Ciloseh di Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Purbaratu. Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan warga memadati area tersebut sejak pukul 16.00 WIB untuk berburu takjil sekaligus menikmati pemandangan sore.
Pengaturan lalu lintas di lokasi ini nampak cukup tertata. Ratusan tenda pedagang berjejer rapi di satu lajur badan jalan yang dialokasikan khusus untuk area kuliner. Sementara itu, satu lajur lainnya tetap difungsikan untuk lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas secara bergantian.
Keindahan Lokasi dan Kuliner Lengkap Jadi Daya Tarik
Wulan Nur Aziza (26), salah seorang pengunjung, mengaku sengaja memilih kawasan Lingkar Utara sebagai tempat ngabuburit karena lokasinya yang strategis dan menawarkan suasana yang berbeda.
"Sambil jalan-jalan ngabuburit dan kebetulan ingin beli makanan dan minuman untuk nanti dimakan pas adzan magrib," ujar Wulan di sela-sela kegiatannya berburu takjil.
Menurutnya, ketersediaan jenis kuliner yang variatif menjadi alasan utama warga Purbaratu dan sekitarnya memadati area ini. "Karena di sini juga kumplit makanan dana minuman jadi gak perlu ke yang jauh," tambahnya.
Keriuhan warga di awal Ramadan ini menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro. Bagus Erwin (53), seorang pedagang cake, mengaku sangat antusias menyambut bulan penuh berkah ini. Berbekal pengalaman tahun lalu, ia optimis pendapatannya akan meningkat.
"Karena pada tahun sebelumnya, pendapatan Alhamdulilah ada, kalau sekarang gak tau yah, karena baru awal juga," kata Bagus.
Bagus menjajakan cake buatannya dengan harga terjangkau, yakni Rp10 ribu per porsi. Di hari pertama ini, ia memilih untuk membawa stok dalam jumlah terbatas sembari melihat respons pasar.
"Karena awal juga jadi gak banyak dulu bawanya, ini satu dus yang dibawa," ungkapnya. Ia berharap momentum Ramadan 2026 ini bisa menjadi ladang rezeki yang maksimal untuk keluarganya.
"Di sini satu bulan full, mudah-mudahan pulang ke rumah bisa bawa uang banyak untuk keluarga," pungkas Bagus penuh harap.