Ikuti Kami :

Disarankan:

Identitas Mayat Bertato di Pasar Ciawi Terungkap Usai Keluarga Baca NewsTasikmalaya.com, Korban Pengamen asal Purwakarta

Kamis, 24 September 2026 | 12:46 WIB
Watermark
Identitas Mayat Bertato di Pasar Ciawi Terungkap Usai Keluarga Baca NewsTasikmalaya.com, Korban Pengamen asal Purwakarta. Foto: NewsTasikmalaya.com/Denden

Identitas pria bertato tewas di Ciawi terungkap usai keluarga baca NewsTasikmalaya.com. Korban bernama Sendi alias Faisal, pengamen asal Purwakarta.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Misteri identitas pria bertato yang ditemukan tewas penuh luka di Pasar Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (24/9/2026) pagi, akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Sendi alias Faisal, seorang pengamen asal Purwakarta, Jawa Barat.

Terungkapnya identitas korban berawal dari kedatangan mantan adik iparnya, Atep Trisna (33), ke Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya pada Kamis (24/9/2026) siang. Atep sengaja datang untuk memastikan jenazah setelah membaca rincian ciri-ciri fisik dan pakaian korban yang diberitakan di NewsTasikmalaya.com.

Atep mengatakan bahwa jasad pria bertato 'AMEEL' dan 'DESSI' yang mengenakan kaos band metal tersebut merupakan mantan suami dari kakak kandungnya.

"Saya penasaran, lihat berita di NewsTasikmalaya.com, karena ciri-cirinya persis seperti mantan suami kakak saya, jadi saya ke sini memastikan. Ternyata benar, memang itu mantan suami kakak saya," kata Atep Trisna saat ditemui di Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo, Kamis (24/9/2026).

Sempat Mampir ke Indihiang Sebelum Ditemukan Tewas di Ciawi

Atep menceritakan bahwa korban yang berasal dari Purwakarta tersebut sehari-hari memang beraktivitas sebagai pengamen di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya. Sebelum ditemukan tak bernyawa di Ciawi, korban sempat berkunjung dan menginap di kediamannya di Parakan Honje (Parhon), Kampung Cihandiwung, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

"Kemarin ke rumah saya, ke Parakan Honje (Parhon), Kampung Cihandiwung, Kecamatan Indihiang. Kemarin pukul 10.00 WIB hari Selasa, berangkat dari rumah saya," tutur Atep.

"Kemarin katanya dari Cikurubuk, mampir ke rumah saya. Korban asal Purwakarta. Sehari-hari korban ngamen, di sekitaran Tasikmalaya," tambahnya.

Atep mengaku sempat melihat gerak-gerik tak biasa dari korban saat berada di rumahnya pada Selasa lalu.

"Dari rumah siang kemarin Selasa. Sempat ditegur sama saya, kenapa bengong terus?," ungkapnya.

Meski status hubungan perkawinan dengan kakaknya sudah lama berakhir, pihak keluarga tetap menganggap korban sebagai kerabat lantaran telah dikaruniai tiga orang anak.

"Namanya Sendi alias Faisal. Itu mantan kakak ipar saya. Dulu nikah sama kakak saya, udah cerai udah lama. Udah punya anak tiga dari kakak saya," terangnya.

"Kemarin ke Parhon main, ikut tidur. Meski sudah cerai, tapi saya tetap mengaku dia sebagai kerabat," tutup Atep.

Sebelumnya, jasad Sendi alias Faisal ditemukan warga tergeletak di bawah meja ruko Pasar Ciawi dengan kondisi luka parah di area wajah dan kepala. Di TKP, petugas turut mengamankan gitar akustik korban dalam keadaan rusak.

Kapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya, menegaskan bahwa kepolisian telah meningkatkan penanganan kasus ini ke tahap pengusutan dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian.

Dengan terungkapnya identitas resmi korban, Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota dan Polsek Ciawi kini makin mengintensifkan penyelidikan untuk mengejar para pelaku yang diduga terlibat.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement