Ikuti Kami :

Disarankan:

Kakanwil Kemenag Jabar Gagas Provinsi Madrasah, Sekjen PGM Indonesia: Ini Lompatan Besar

Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB
Kakanwil Kemenag Jabar Gagas Provinsi Madrasah, Sekjen PGM Indonesia: Ini Lompatan Besar
Kakanwil Kemenag Jabar Gagas Provinsi Madrasah, Sekjen PGM Indonesia: Ini Lompatan Besar.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Barat, H. Dudu Rohman, mencetuskan gagasan visioner untuk menjadikan Jawa Barat sebagai "Provinsi Madrasah". Keinginan ini disampaikan di hadapan ribuan pendidik dalam acara Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidikan untuk Guru RA/Madrasah di GOR Tajimalela, Sumedang, Sabtu (11/4/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Barat, H. Dudu Rohman, mencetuskan gagasan visioner untuk menjadikan Jawa Barat sebagai "Provinsi Madrasah". Keinginan ini disampaikan di hadapan ribuan pendidik dalam acara Silaturahmi Akbar dan Seminar Pendidikan untuk Guru RA/Madrasah di GOR Tajimalela, Sumedang, Sabtu (11/4/2026).

Pria kelahiran Tasikmalaya tersebut menegaskan, meski dirinya merasa belum memberikan prestasi besar bagi Jawa Barat, ia memiliki tekad kuat untuk membawa madrasah meraih kejayaan melalui gerakan kolektif.

"Saya ingin agar Jawa Barat menjadi Provinsi Madrasah. Saya meminta siswa Madrasah Aliyah mulai menyiapkan diri, salah satunya dengan menyiapkan 25 orang per sekolah yang paham dan mahir mengaji kitab kuning," ujar H. Dudu Rohman yang langsung disambut antusias oleh para guru.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris Jenderal PP Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia, Asep Rizal Asy'ari. Ia menilai konsep Jawa Barat sebagai Provinsi Madrasah merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi madrasah sebagai pilar utama pendidikan berbasis keagamaan.

"Konsep ini adalah sebuah lompatan besar yang harus kita dukung bersama. Ini bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang menuntut kerja nyata dari seluruh pemangku kepentingan," tegas Asep Rizal, Senin (13/4/2026) sore.

Asep menambahkan bahwa madrasah memegang peranan vital, tidak hanya dalam pencapaian akademik tetapi juga dalam pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik secara menyeluruh. Sebagai bentuk dukungan konkret, PGM Indonesia mendorong lahirnya program penguatan prestasi di berbagai bidang.

"Kami mendorong pengembangan madrasah unggulan, mulai dari bidang olahraga, akademik, hingga kompetensi khas seperti kemampuan membaca kitab kuning dan tahfiz Al-Quran," jelasnya.

Menurut Asep, madrasah harus mampu tampil sebagai lembaga pendidikan yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama.

"Madrasah harus menjadi institusi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam karakter dan spiritualitas. Ini adalah identitas yang harus terus kita jaga," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement