Ikuti Kami :

Disarankan:

Kasus Kekerasan Meningkat, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Kunjungi Korban Penganiayaan dan Perundungan

Senin, 08 Desember 2025 | 18:40 WIB
Kasus Kekerasan Meningkat, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Kunjungi Korban Penganiayaan dan Perundungan
Kasus Kekerasan Meningkat, UPTD PPA Kota Tasikmalaya Kunjungi Korban Penganiayaan dan Perundungan.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, bersama Lurah dan RW setempat, mendatangi kediaman korban penganiayaan dan perundungan LK (16) di Kecamatan Cipedes, pada Senin (8/12/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan dan memastikan kondisi korban pascakejadian.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, bersama Lurah dan RW setempat, mendatangi kediaman korban penganiayaan dan perundungan LK (16) di Kecamatan Cipedes, pada Senin (8/12/2025). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan dan memastikan kondisi korban pascakejadian.

Dalam kesempatan tersebut, Epi mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tasikmalaya mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025. Berdasarkan data hingga 8 Desember 2025, tercatat 198 kasus, meningkat dari 164 kasus pada tahun sebelumnya.

“Kasusnya naik, sekarang per 8 Desember 2025 sudah 198 kasus. Tahun sebelumnya 164 kasus. Para korban kini berani bersuara,” ujar Epi.

Epi menjelaskan bahwa upaya penanganan kasus masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber daya manusia dan fasilitas pendukung. Kota Tasikmalaya hingga kini belum memiliki Rumah Aman (Safe House), sehingga proses perlindungan korban tidak dapat dilakukan secara optimal.

“Kami butuh lokasi khusus yang layak. Saat ini penanganan masih dilakukan sendiri, bahkan dengan biaya sendiri. SDM belum cukup,” terangnya.

Ia menegaskan pentingnya penanganan kekerasan perempuan dan anak secara menyeluruh serta terintegrasi. UPTD PPA juga merencanakan strategi pencegahan melalui pendekatan jemput bola, termasuk roadshow dan pembinaan ke berbagai lapisan masyarakat.

“Kita harus bergerak bersama. Tujuannya agar masyarakat paham, tidak gegabah, dan angka kasus bisa ditekan,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement