Ikuti Kami :

Disarankan:

Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Keluarga Cegah Fatherless Generation

Selasa, 03 Februari 2026 | 17:14 WIB
Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Keluarga Cegah Fatherless Generation
Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Keluarga Cegah Fatherless Generation.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menghadiri Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh RDA Islam School. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Fatherless Generation” dan digelar di area RDA Islam School pada Sabtu (31/1/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menghadiri Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh RDA Islam School. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Fatherless Generation” dan digelar di area RDA Islam School pada Sabtu (31/1/2026).

Forum diskusi ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang PPA pada DPPKBPPPA Kota Tasikmalaya, serta diikuti oleh berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap isu ketahanan keluarga dan perlindungan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Epi Mulyana menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun ketahanan keluarga agar fenomena dan anggapan mengenai fatherless tidak terus berulang di tengah masyarakat.

"Kita harus senantiasa berinteraksi diri dalam semua bidang, terutama dari sisi Agama dan Pendidikan, sehingga apa yang menjadi dilema saat ini akan menjadi keberkahan," ungkap Epi, Selasa (3/2/2026) sore.

Ia menjelaskan bahwa kondisi fatherless bukan satu-satunya faktor penyebab munculnya perilaku negatif pada anak. Namun, hal tersebut dapat menjadi awal dari permasalahan yang lebih besar apabila tidak diimbangi dengan komunikasi dan pengasuhan yang baik dalam keluarga.

"Kita harus senantiasa bisa menjaga komunikasi dalam keluarga,," tegasnya.

Menurut Epi, pemahaman mengenai fatherless atau kehilangan peran ayah sangat penting karena berkaitan erat dengan dampak psikologis, sosial, hingga ekonomi yang dialami anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah.

Dengan meningkatnya pengetahuan tentang fatherless, lanjut Epi, masyarakat dapat lebih memahami dampak kehilangan ayah terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus mendorong lahirnya program-program yang mendukung peran ayah dalam keluarga.

"Serta meningkatkan dukungan bagi keluarga yang mengalami kehilangan ayah, mencegah dan melakukan intervensi pada anak-anak yang berisiko," ucapnya.

Epi juga memaparkan sejumlah alasan mengapa pemahaman tentang fenomena fatherless menjadi sangat penting. Salah satunya adalah dampak psikologis, di mana anak-anak yang tumbuh tanpa ayah cenderung lebih rentan mengalami depresi, kecemasan, serta gangguan perilaku.

Selain itu, ayah memiliki peran strategis dalam proses perkembangan anak, khususnya dalam pembentukan identitas diri dan kemampuan sosial. Anak-anak yang tumbuh tanpa ayah juga dinilai lebih berisiko mengalami kesulitan ekonomi dan kemiskinan.

Tidak hanya itu, kondisi fatherless dapat memengaruhi kemampuan anak dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain di masa depan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai isu ini dinilai penting sebagai upaya pencegahan serta dasar intervensi bagi anak-anak yang berisiko.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement