Ikuti Kami :

Disarankan:

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas RKPD 2027, Sejauh Mana Komitmen Wali Kota Tasikmalaya?

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:09 WIB
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas RKPD 2027, Sejauh Mana Komitmen Wali Kota Tasikmalaya?
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas RKPD 2027, Sejauh Mana Komitmen Wali Kota Tasikmalaya? Foto: Istimewa

Viman Alfarizi Ramadan secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya (DKPPP) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Viman Alfarizi Ramadan secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya (DKPPP) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Selasa (24/2/2026) pagi, dan dihadiri perangkat daerah, petani, pelaku usaha, serta kalangan akademisi.

Dalam sambutannya, Viman menegaskan bahwa Musrenbang sektoral bukan agenda rutin semata, melainkan forum strategis untuk menentukan arah kebijakan pembangunan.

“Yang kita bicarakan hari ini bukan sekadar daftar kegiatan, tapi arah, prioritas, dan dampak yang benar-benar dirasakan warga,” ujar Viman.

Ia menyebut, visi besar Kota Tasikmalaya adalah menjadi kota industri, jasa, dan perdagangan yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan. Dalam konteks itu, sektor pangan, pertanian, dan perikanan disebut berada di jantung tema pembangunan 2027 yang berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.

Namun, publik tentu menanti sejauh mana forum perencanaan ini benar-benar menghasilkan kebijakan konkret, bukan sekadar dokumen perencanaan tahunan.

Ketahanan Pangan Jadi Sorotan Utama

Wali Kota menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Ketahanan pangan yang kuat akan membuat ekonomi lebih tahan guncangan, inflasi lebih terkendali, dan kualitas hidup warga ikut terdorong,” katanya.

Ia memaparkan sejumlah capaian positif, seperti peningkatan produksi padi dan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian kota. Meski demikian, tantangan besar masih membayangi, mulai dari perubahan iklim hingga keterbatasan lahan pertanian.

Dalam Musrenbang DKPPP RKPD 2027 tersebut, Viman menekankan beberapa langkah penguatan, di antaranya:

* Memanfaatkan peluang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menguntungkan petani dan pelaku usaha lokal.

* Mengarahkan program pangan untuk menekan angka kemiskinan dan memperbaiki gizi masyarakat.

* Mendorong inovasi seperti *climate-smart agriculture* dan teknologi tepat guna.

* Meningkatkan regenerasi petani dan pelaku perikanan muda.

* Memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, investor, BUMN/BUMD, akademisi, dan komunitas.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Sendiri kita hanyalah setetes air, tapi bersama-sama kita adalah lautan,” ucapnya.

Musrenbang DKPPP ini menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD 2027. Tantangannya kini adalah memastikan seluruh gagasan tersebut benar-benar terimplementasi dan mampu menjawab persoalan riil petani, nelayan, serta kebutuhan pangan masyarakat Kota Tasikmalaya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement