CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Di tangan kreatif Asep Sopandi, tumpukan koran bekas yang kerap dianggap sampah disulap menjadi aneka produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi. Melalui usaha bernama Revcycle Art, warga Bojonghuni, Kabupaten Ciamis ini sukses mengolah limbah kertas menjadi berbagai karya unik.
Beragam produk berhasil diciptakan dari bahan baku koran bekas, mulai dari kotak tisu, tempat air mineral, jam dinding artistik, miniatur rumah gadang, topi, hingga hiasan berbentuk burung merak yang menjadi salah satu produk andalannya.
Asep mengungkapkan, ide mengolah koran bekas muncul saat dirinya aktif dalam kegiatan bank sampah. Dari sana, ia melihat banyak material potensial yang jamaknya hanya dijual sebagai barang bekas dengan nilai rendah.
"Dari bank sampah itu saya melihat potensi bahan baku yang melimpah. Kalau dijual kiloan nilainya kecil, tapi ketika diolah menjadi kerajinan nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat," ujar Asep saat ditemui di Gerai UMKM Ciamis, Kelurahan Maleber, Jumat (19/6/2026).
Sejak Juni 2023, Asep mulai serius menekuni usaha daur ulang tersebut. Proses produksinya diawali dengan melinting lembaran koran menjadi gulungan-gulungan kecil yang kemudian dirangkai menjadi berbagai bentuk kriya. Di antara semua karyanya, bentuk burung merak diakui menjadi produk yang paling menantang karena kerumitan detailnya.
"Yang paling rumit itu motif burung merak karena banyak detail yang harus dikerjakan. Untuk menyelesaikan satu karya bisa memakan waktu hampir satu minggu," katanya.
Tak hanya memanfaatkan koran bekas, Asep juga mengolah galon plastik sekali pakai menjadi pot tanaman berbentuk karakter hewan unik. Menariknya, usaha Revcycle Art ini tidak sekadar berorientasi bisnis, melainkan juga mengusung misi pemberdayaan dengan menggandeng ibu-ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya.
"Konsep awalnya memang pemberdayaan masyarakat. Ibu-ibu membantu proses pelintingan, sehingga mereka juga mendapatkan tambahan penghasilan," tuturnya.
Saat ini, produk Revcycle Art dipasarkan secara langsung maupun lewat platform digital seperti Shopee dan TikTok. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah saat mengikuti pameran berskala nasional, Inacraft 2025 lalu.
"Alhamdulillah waktu ikut Inacraft, produk kami habis terjual hanya dalam dua hari. Itu menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha," tambah Asep yang kini juga aktif sebagai pengurus Gerai UMKM Ciamis.
Berbagai produk kerajinan koran bekas ini dibanderol dari harga puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Ragam karya inovatif ini dipajang di Gerai UMKM Ciamis, sebuah pusat promosi produk unggulan daerah yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMPP) Ciamis, Wahyu Ghifary Setiawan, menyatakan bahwa Gerai UMKM Ciamis hadir untuk membantu memperluas penetrasi pasar para pelaku usaha lokal. Saat ini, gerai tersebut sudah menampung sekitar 40 jenis produk kuliner dan 15 jenis produk kriya dari para perajin lokal.
"Gerai UMKM ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk membantu para pelaku usaha mempromosikan produknya. Harapannya seluruh potensi UMKM yang ada di Ciamis bisa berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas," kata Wahyu.
Wahyu menegaskan, pihaknya mengapresiasi inovasi berbasis lingkungan seperti yang dilakukan Asep dan berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan, pendampingan, hingga fasilitasi keikutsertaan pameran dari tingkat regional hingga nasional.
"Sampah jangan sampai terbengkalai atau terbuang begitu saja. Dengan kreativitas, sampah bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi," pungkasnya.