Ikuti Kami :

Disarankan:

Sejumlah Kader PAN Kota Tasikmalaya Mundur, Soroti Proses Rekrutmen dan Pembentukan Kepengurusan Baru

Jumat, 19 Juni 2026 | 17:34 WIB
Watermark
Sejumlah Kader PAN Kota Tasikmalaya Mundur, Soroti Proses Rekrutmen dan Pembentukan Kepengurusan Baru. Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru Rukanda

Sejumlah Ketua DPC PAN Kota Tasikmalaya mengundurkan diri karena menilai proses rekrutmen dan pembentukan kepengurusan DPD PAN tidak melibatkan kader lama. Ketua DPC PAN Cipedes Evi Hilman menyebut kader yang selama ini berjuang membesarkan partai tidak mendapat ruang dalam proses tersebut.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Dinamika internal Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tasikmalaya mencuat setelah sejumlah kader pun mengundurkan diri.

Pengunduran diri tersebut disebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap proses rekrutmen dan pembentukan kepengurusan DPD PAN Kota Tasikmalaya yang dinilai tidak melibatkan kader-kader lama di tingkat kecamatan. Sebagai bentuk pengunduran diri, mereka menanggalkan atribut partai. 

Ketua DPC PAN Kecamatan Cipedes, Evi Hilman menyampaikan, keputusan mundur bukan semata-mata karena persoalan jabatan, melainkan karena minimnya pelibatan para kader yang selama ini berjuang membesarkan partai.

Evi mengungkapkan, selama proses rekrutmen maupun pembentukan kepengurusan DPD PAN Kota Tasikmalaya, para Ketua DPC tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan maupun pengambilan keputusan.

"Kami ini bukan mundur karena persoalan jabatan. Yang menjadi persoalan adalah selama proses rekrutmen dan pembentukan kepengurusan DPD PAN Kota Tasikmalaya, kami tidak pernah dilibatkan sama sekali. Padahal kami adalah kader yang selama ini memiliki loyalitas dan militansi terhadap PAN," ujar Evi, Jumat (19/6/2026).

Ia mempertanyakan bentuk penghargaan dari jajaran pengurus di tingkat pusat, wilayah maupun daerah terhadap kader-kader yang telah berjuang selama bertahun-tahun membesarkan partai.

Menurut Evi, pembentukan kepengurusan DPD yang bersifat vertikal dan ditentukan oleh pusat dinilai mengabaikan prinsip demokrasi internal partai. Bahkan, kata dia, dalam penyusunan kepengurusan DPC maupun DPD tidak pernah ada proses musyawarah yang melibatkan kader-kader di tingkat bawah.

"Kami tidak pernah mendapatkan informasi terkait pendaftaran atau penjaringan. Tiba-tiba sudah muncul nama-nama pengurus baru. Bahkan kader yang memiliki basis konstituen jelas pun tidak pernah dibahas," katanya.

Ia menambahkan, para kader yang menyampaikan keberatan tidak sedang menuntut jabatan tertentu. Mereka hanya berharap keberadaan dan perjuangan para kader lama tetap dihargai dalam proses pengambilan keputusan organisasi.

"Kami tidak menuntut apa-apa. Kami hanya ingin dihargai. Tolong hargai keberadaan kami, militansi kami, dan perjuangan kami selama kurang lebih lima tahun terakhir membesarkan PAN," tegasnya.

Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya: Kritik adalah Vitamin Organisasi

Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya, Budi Mahmud Saputra, menyatakan bahwa dirinya sangat menghormati seluruh masukan dan kritik yang disampaikan oleh para senior maupun pengurus DPC.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam dinamika organisasi politik yang sehat. "Saya menghormati seluruh masukan yang disampaikan para senior dan pengurus DPC. Kritik adalah vitamin dalam organisasi politik. PAN bukan milik satu orang atau satu kelompok, tetapi milik seluruh kader yang mencintainya," ujar Budi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/6/2026).

Ia menegaskan bahwa proses regenerasi dan penyegaran organisasi tidak boleh dipandang sebagai ancaman terhadap kader-kader senior. Sebaliknya, regenerasi diperlukan agar partai mampu beradaptasi dengan tantangan politik yang terus berkembang.

"Jika setiap perubahan selalu diukur dari seberapa banyak wajah lama yang bertahan, maka organisasi akan sulit bergerak maju. Namun jika seluruh wajah lama dihilangkan, organisasi juga akan kehilangan memori perjuangannya. Karena itu yang dibutuhkan adalah keseimbangan," katanya.

Budi menilai yang menjadi fokus utama bukanlah siapa yang lama dan siapa yang baru, melainkan siapa yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk bekerja membesarkan partai ke depan.

Menurutnya, kader-kader yang saat ini masuk dalam struktur kepengurusan bukanlah orang asing, melainkan kader PAN yang dinilai memiliki energi, kapasitas, serta semangat untuk membawa organisasi menghadapi tantangan politik masa depan.

"Jabatan dalam partai bukan penghargaan atas masa lalu, melainkan amanah untuk bekerja di masa depan. Organisasi membutuhkan orang-orang yang siap bekerja hari ini dan memenangkan perjuangan esok hari," ungkapnya.

Meski demikian, Budi menegaskan bahwa jasa dan kontribusi para kader senior tetap dihargai oleh partai. Penghormatan terhadap senior, lanjutnya, tidak selalu harus diwujudkan melalui posisi struktural dalam kepengurusan.

"Pengalaman, pemikiran, dan nasihat para senior tetap menjadi aset yang tidak tergantikan bagi PAN Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Terkait adanya kader yang memilih mengundurkan diri karena tidak masuk dalam struktur kepengurusan, Budi menyebut hal tersebut merupakan hak pribadi yang harus dihormati. Namun ia berharap kecintaan terhadap partai tidak bergantung pada jabatan.

"Kader besar lahir bukan karena jabatan yang diterimanya, tetapi karena kesetiaannya menjaga rumah yang telah ikut dibangun, bahkan ketika posisi yang ditempatinya tidak lagi sama seperti dahulu," katanya.

Budi menegaskan, PAN Kota Tasikmalaya membutuhkan seluruh elemen kader, baik para senior yang selama ini menjadi akar perjuangan partai maupun generasi baru yang diharapkan mampu mengembangkan organisasi ke depan.

"Mari berbicara tentang kerja, bukan sekadar kursi. Berbicara tentang kemenangan partai, bukan kemenangan kelompok. Karena masyarakat tidak pernah bertanya siapa yang masuk pengurus harian, tetapi mereka akan bertanya apa yang telah PAN lakukan untuk mereka," pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement