Ikuti Kami :

Disarankan:

Kurang Perhatian dari Pemkot, 2 Pembalap Andalan Tinggalkan Kota Banjar

Minggu, 20 Juli 2025 | 11:07 WIB
Kurang Perhatian dari Pemkot, 2 Pembalap Andalan Tinggalkan Kota Banjar
Dua pembalap asal Banjar hengkang ke daerah lain akibat minimnya dukungan dari pemerintah setempat. Foto: Istimewa

Dua pembalap motor berprestasi, Akbar Abud Afdalah dan Ari Febriansyah, memilih hengkang dari kota kelahirannya dan bergabung dengan kontingen daerah lain, setelah merasa kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Banjar.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Dunia olahraga Kota Banjar kembali diguncang. Dua pembalap motor berprestasi, Akbar Abud Afdalah dan Ari Febriansyah, memilih hengkang dari kota kelahirannya dan bergabung dengan kontingen daerah lain, setelah merasa kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Banjar.

Akbar, yang menyabet medali emas di ajang PON XXI Aceh-Sumut serta Porprov Jawa Barat, kini resmi menjadi bagian dari tim Kabupaten Bogor. Sementara Ari, yang sempat meraih medali perak di Porprov Jabar dan finis keempat di PON XXI, memutuskan memperkuat kontingen Kota Bandung.

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Banjar, Asep Saefurrohmat, membenarkan kabar kepergian kedua atlet tersebut. 

Menurutnya, proses administrasi mutasi saat ini tengah berlangsung untuk memastikan keduanya bisa tampil di kejuaraan-kejuaraan besar bersama daerah barunya. "Benar, mereka sedang dalam proses mutasi administrasi," ungkap Asep, Minggu (20/7/2025).

Asep menjelaskan bahwa keputusan pindah bukanlah hal yang mendadak. Proses komunikasi dan diskusi panjang sebenarnya sudah dilakukan dengan pihak pemerintah, namun kurangnya komitmen dari Pemkot Banjar dalam hal pembinaan dan pemberian jaminan masa depan membuat para atlet merasa tidak dihargai.

"Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan, atlet akan merasa terabaikan. Mereka butuh kejelasan dan dukungan nyata, bukan hanya janji," tegas Asep.

Kehilangan dua atlet nasional ini menjadi tamparan keras bagi dunia olahraga Banjar. Alih-alih mempertahankan talenta lokal, kota ini justru harus melepas aset berharganya, sementara daerah lain dengan sigap menawarkan dukungan penuh dan fasilitas yang lebih menjanjikan.

Asep berharap momentum ini bisa membuka mata para pemangku kebijakan di Banjar untuk lebih serius dalam pembinaan atlet, khususnya mereka yang sudah mengharumkan nama daerah di level nasional.

“Kita sangat menyayangkan hal ini terjadi. Proses membina atlet itu panjang dan butuh dedikasi. Sayangnya, saat sudah berprestasi, mereka malah pergi karena merasa tak dihargai,” ujarnya.

Meski demikian, IMI Kota Banjar tidak patah semangat. Mereka tetap berusaha membina dan menyiapkan generasi baru untuk menghadapi Babak Kualifikasi Porprov Jawa Barat 2025, walaupun dengan keterbatasan fasilitas dan anggaran.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement