TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Isak tangis bahagia dan rasa haru mewarnai kedatangan ratusan jemaah haji kelompok penerbangan (kloter) 04 KJT di Gedung Da'wah Islamiyah (GDI) Kota Tasikmalaya pada Kamis (4/6/2026) malam. Rombongan yang membawa total 441 jemaah haji ini tiba kembali dengan selamat dalam kondisi utuh tepat pada pukul 22.55 WIB.
Kedatangan belasan bus rombongan langsung disambut antusias oleh ribuan anggota keluarga yang sudah menyemut di sekitar lokasi penjemputan. Begitu bus berhenti, para penjemput langsung merangsek maju hingga membuat petugas gabungan dari Polres Tasikmalaya Kota, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) harus bekerja ekstra keras guna mengamankan area pemberhentian. Di tengah pengamanan ketat dan imbauan panitia Kemenhaj, para jemaah turun sembari membawa oleh-oleh khas Arab Saudi mulai dari air zamzam, makanan, hingga boneka unta yang dikalungkan di leher. Kedatangan mereka turut disambut oleh Kepala Kemenhaj Husna Mustofa, Anggota DPRD, dan Kabag Kesra Pemkot Tasikmalaya.
Di balik kebahagiaan tiba di tanah air, para jemaah menyimpan cerita perjuangan yang sangat berkesan selama proses kepulangan. Salah seorang jemaah haji, H. Nanang Suhara, menyampaikan rasa syukurnya usai bisa melaksanakan ibadah dengan lancar. Ia berangkat bersama istrinya, Hj. Nurjanah, beserta kedua anaknya.
"Alhamdulillah kami sudah sampai kembali ke Kota Tasikmalaya dengan selamat full tim kloter 04 KJT. Tidak ada yang tertinggal, semua sehat sehingga bisa kembali ke Kota Tasikmalaya," kata Nanang, Jumat (5/6/2026) dini hari.
Ia mengaku, selama pelaksanaan ibadah haji pelayanan Kemenhaj sangat baik, sehingga berlangsung tertib dan tertata.
"Jadi semua berkolaborasi, semua punya satu tujuan untuk mendampingi kelancaran para jemaah. Intinya semua aktivitas relatif lancar. Tahun ini tidak ada yang hilang seperti tahun sebelumnya," ujarnya.
Namun, Nanang membeberkan momen menarik saat pesawat yang ditumpanginya bersama ratusan jemaah haji lainnya mengalami keterlambatan jadwal terbang (delay). Pesawat Saudia yang mereka tumpangi semula dijadwalkan terbang pukul 18.30 menjadi pukul 20.30 waktu setempat, atau mengalami penundaan awal selama dua jam. Ujian tidak berhenti di sana, sebab setelah seluruh jemaah memasuki kabin pesawat, penerbangan kembali tertahan selama lima jam akibat kendala teknis pada sistem pendingin udara (AC) yang tidak berjalan maksimal.
"Disanalah kemabruran kita di uji. Bisa dibayangkan 441 jemaah dengan suasana pengap. Ada beberapa jemaah yang kekurangan oksigen, setelah kami komunikasi dengan pihak penerbangan akhirnya kami bisa keluar. Walaupun dengan penjagaan ketat, karena mereka khawatir kita chaos," ungkap Nanang.
Jemaah lainnya, Sony, juga menceritakan pengalaman serupa terkait keterlambatan kepulangan jemaah haji Kloter 04 KJT yang seharusnya tiba di Kota Tasikmalaya pada Kamis sore.
"Karena pesawat yang digunakan itu Saudia, ketika sudah sampai bandara menunggu cukup lama, masuk pesawat, kebetulan pesawatnya ada kendala teknis, AC tidak berfungsi baik, jadi jemaah kepanasan, hingga muncul letupan-letupan ketidaknyamanan," terangnya.
Selain kendala di pesawat, Nanang juga menceritakan pengalaman unik dan paling berkesan lainnya selama berada di Tanah Suci, yaitu saat harus mengantre fasilitas toilet di maktab.
"Kemudian yang paling berkesan selanjutnya saat antri ke wc, kenapa itu berkesan karena itu bisa sampai 10 orang dengan waktu kalau satu paket seperti BAB, buang air kecil dan mandi bisa sampai 30 menit sampai satu jam," jelas Nanang.
Ia mengaku, pulang ke Kota Tasikmalaya ia tidak banyak membawa oleh-oleh. Karena, menurut Nanang, oleh-oleh yang paling penting ialah menjadi haji yang mabrur. Ia pun mengajak kepada semua jemaah haji untuk menjaga kemabrurannya.
"Untuk calon jemaah berikutnya, saya berharap bahwa semua panggilan dari Allah SWT itu mari kita niatkan dengan ikhlas, tabah karena disana penuh tantangan dan cobaan," tegasnya.
Meski memuji kinerja panitia, Nanang menitipkan catatan kritis untuk segera diperbaiki dan ditindaklanjuti perihal pelaksanaan mabit murur di Muzdalifah. Pasalnya, jemaah haji kloter 04 tidak melaksanakan mabit di Muzdalifah sebagaimana mestinya.
"Harusnya kan 2/3 malam kita mabit di musdalifah, langsung pergi ke mina dari arofah. Ini dari arofah jam 21.30 lewat musdalifah jam 10.15 kami hanya lewat saja. Padahal pemahaman kami bahwa murur itu adalah untuk lansia dan disabilitas. Tapi kenyataannya, sarikah disana itu disamaratakan semuanya," pesannya.
Nanang tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jemaah haji atas kepercayaan yang telah memilih KBIH Manaratul Ummah Al-Furqon.
"Mudah-mudahan kepercayaan itu bisa dilanjutkan dan semoga kebersamaan ini kita bisa berjalan terus menerus, dan tetap bersilaturahmi. Sekali lagi terimakasih kepada jemaah KBIH manaratul ummah Al-furqan atas kepercayaannya kepada kami dalam rangka pendampingan ibadah haji," ucapnya.
Di sisi lain, Sony mengaku sangat bersyukur bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar meski melelahkan dan bisa kembali ke Kota Tasikmalaya dengan selamat.
"Alhamdulillah sangat bersyukur bisa kembali ke Kota Tasikmalaya dengan keadaan selamat," ucap Sony.
Menurut Sony, penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara keseluruhan jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ia menilai antrean dan kepadatan jemaah tidak sebanyak tahun lalu, bahkan tingkat jemaah yang meninggal dunia tahun ini sangat minim. Kendati begitu, ia memberikan masukan kepada Kemenhaj terkait beberapa kendala pada menu katering yang diberikan kepada para jemaah.
"Masukan bagi Kemenhaj kaitan dengan masalah makanan, memang makanan itu berlimpah banyak, cuma ini belum disesuaikan dengan selera Indonesia. Daging aja kayak yang direbus aja tidak ada rempah-rempahnya," beber Sony.
Sony yang juga berangkat bersama istrinya ini membawa oleh-oleh khas Tanah Suci berupa kurma dan boneka unta untuk anak-anaknya.
"Biasalah kurma sama boneka unta untuk anak-anak. Saya harap yang sudah melaksanakan ibadah haji, bisa meningkatkan kualitas ketaqwaan, ahlak, ibadah dan harus menjadi uswatun hasanah bagi keluarga dan masyarakat," pungkasnya.