TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Lapangan Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, berubah menjadi lautan manusia pada Rabu (26/2/2026) malam. Ribuan warga dari berbagai penjuru Tasikmalaya memadati lokasi untuk menyaksikan langsung kehadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam gelaran Safari Ramadan bertajuk Tarling: Neuleuman Poekna Peting.
Antusiasme warga terlihat sejak satu jam sebelum acara dimulai. Mulai dari orang tua, remaja, hingga anak-anak tampak duduk rapi memenuhi lapangan demi melihat sosok yang populer dengan julukan "Bapak Aing" tersebut. Saat Kang Dedi, sapaan akrab Dedi Mulyadi, tiba di lokasi sekira pukul 21.00 WIB, sorak-sorai teriakan warga pun menggema membelah malam.
"Bapak, Bapak Aing!" teriak warga penuh semangat, berusaha menyapa sosok yang biasanya hanya mereka saksikan melalui layar televisi atau media sosial tersebut.
Setibanya di atas panggung, Dedi Mulyadi disambut hangat oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi, serta jajaran Forkopimda dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Bupati Cecep Nurul Yakin menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan Gubernur Jawa Barat mengunjungi wilayahnya dalam rangkaian Safari Ramadan tahun ini.
"Wilujeng sumping (selamat datang) di Kabupaten Tasikmalaya Pak Gub, Pak Sekda, dan jajaran Pemprov Jabar. Atas nama jajaran Pemkab Tasik, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir di acara Tarling malam ini. Semoga Pak Gub senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang untuk membawa Jawa Barat ke arah yang lebih baik," ungkap Cecep.
Saat tiba giliran menyapa warga, Dedi Mulyadi mengawali sambutannya dengan gaya khasnya yang komunikatif menggunakan bahasa Sunda. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai fasilitas yang dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Kunaon ngabangun heula jalan, sakola, drainase? Sebab eta dipake ku sararea (Kenapa membangun dulu jalan, sekolah, drainase? Karena itu dipakai oleh semua orang). Naon mentingkeun heula infrastruktur? Sebab eta dipake ku sararea," ujar Dedi menjelaskan filosofi kebijakannya.
Acara spiritual ini semakin lengkap dengan tausiyah dari penceramah ternama, Gus Muwafiq, yang memberikan siraman rohani mengenai makna Ramadan dan kebangsaan. Selain itu, suasana makin meriah dengan penampilan grup musik EMKA 9, grup musik bentukan Dedi Mulyadi yang membawakan lagu-lagu bernuansa reflektif dan religius.
Hingga acara berakhir, situasi di Lapangan Desa Tanjungpura tetap kondusif meski dipadati ribuan orang, menjadi bukti kerinduan warga akan sosok pemimpin yang dekat dengan rakyatnya di momen suci Ramadan.