Ikuti Kami :

Disarankan:

Longsor di Cisinga Tasikmalaya, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka Tutup

Kamis, 12 Februari 2026 | 11:00 WIB
Watermark
Longsor di Cisinga Tasikmalaya, Arus Lalu Lintas Diberlakukan Sistem Buka Tutup.

Arus lalu lintas di ruas Jalan Ciawi–Singaparna (Cisinga) atau Jalan Baru, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, diberlakukan sistem buka tutup pada Kamis (12/2/2026) pagi. Kebijakan tersebut diterapkan menyusul bencana tanah longsor yang sempat menutup bahu jalan.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Arus lalu lintas di ruas Jalan Ciawi–Singaparna (Cisinga) atau Jalan Baru, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, diberlakukan sistem buka tutup pada Kamis (12/2/2026) pagi. Kebijakan tersebut diterapkan menyusul bencana tanah longsor yang sempat menutup bahu jalan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (11/2/2026) malam setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Longsor yang terjadi di Desa Kudadepa mengakibatkan material dari tebing setinggi sekitar 40 meter dengan panjang 30 meter menutup bahu jalan.

Akibat kejadian tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat melintas. Petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya, TNI-Polri, Tagana, dan unsur terkait lainnya langsung melakukan pembersihan sejak malam hingga pagi hari. Alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran.

"Kalau untuk melintas jalan sini Insya Allah sudah bisa dilintas, cuma hanya sistem buka tutup," kata Kapolsek Cisayong Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hasan Basri.

Saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan sambil menunggu dump truck untuk mengangkut material longsor. Hasan menjelaskan, ketebalan material tanah longsor yang menutup badan jalan diperkirakan mencapai 5 meter.

"Hari ini akan dilakukan evakuasi longsoran sambil menunggu dumptruk pengangkut untuk membuang material longsor, ini akan kita maksimalkan material longsor ini kita dorong ke samping dulu, sehingga arus lalu lintas kita tidak menggunakan sistem buka tutup," ungkapnya.

Ia menambahkan, terdapat tiga titik longsor di wilayah hukumnya yang masih dalam pemantauan petugas.

"Imbauan kepada pengguna jalan tetap berhati-hati, karena intensitas belum bisa diprediksi dan cukup tinggi," pungkasnya.

Petugas mengimbau para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur rawan longsor, mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement